Di Pantai Cupel, Nelayan Temukan Tengkorak Manusia

picsart 22 10 16 15 42 44 489
TENGKORAK MANUSIA - Penemuan tengkorak manusia oleh seorang nelayan di pesisir Pantai Cupel, Kecamatan Negara.

Negara, DENPOST.id

Tengkorak manusia ditemukan seorang nelayan Sufyan Hadi (35) sal Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Sabtu (15/10/2022). Tengkorak manusia itu, ditemukan di Pesisir Pantai Cupel tepatnya di tanah milik H. Jamil, di Banjar Rening, Desa Baluk, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

Sufyan Hadi menemukan tengkorak tersebut, saat dia mengecek perahunya. Dari keterangannya, awalnya dirinya sedang mengobrol dengan temannya yang juga nelayan.
Ketika hendak turun ke bibir pantai, dirinya terkejut melihat tengkorak manusia di tanah yang yang sudah terlihat diduga akibat sapuan ombak. Apalagi kini musim hujan diduga tengkorak itu terbawa air.

Baca juga :  Togar Situmorang: Tangani Narkoba, Aparat Hukum di Bali Masih Lemah

Melihat tengkorak manusia itu, dia takut. Kemudian dia melaporkan penemuan tersebut, ke kelian banjar dan bersama-sama menggali tanah tersebut.
Setelah digali, ternyata ditemukan kerangka manusia dengan posisi tengkorak kepala berada di barat dan kerangka kaki di timur. Merasa khawatir tengkorak tersebut kembali terbawa air laut, kemudian dia berinisiatif menguburkan kembali kerangka manusia tersebut, di tanah milik pak Antoni di sebelah barat tempat penemuan kerangka tersebut.

“Kami kuburkan lagi agar tidak dibawa oleh ombak, setelah itu kami melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Negara,” ujarnya.

Baca juga :  Anak-anak Penjual Tisu Tidur di Kolong Jembatan, Suwirta Rencanakan Ini

Sementara Kasat Reskrim Polres jembrana, AKP Reza Pranata dikonfirmasi, Minggu (16/10/2022), membenarkan penemuan tersebut. Pihaknya juga memeriksa sejumlah saksi. ”Kami saat ini masih memeriksa saksi-saksi terkait temuan tersebut,” ujarnya.

Menurut dia, temuan tengkorak manusia tersebut di pesisir Pantai Cupel berdekatan dengan adanya kuburan di lokasi tersebut. “Sudah dicek oleh tim Inafis Polres Jembrana, dan dibawa ke RSU Negara,” jelasnya.

Dari hasil peneriksaan di TKP, kerangka itu ada di kedalaman 1 meter dari permukaan tanah yang tergerus abrasi. Jarak dari bibir pantai saat air surut berjarak 10 meter. Kondisi tulang sudah rapuh dan tidak utuh. Hasil pemeriksaan dr. Putu Ady Prastama, waktu dan sebab kematian tidak bisa ditentukan karena kondisi tulang rapuh. Sedangkan jenis kelamin tidak bisa ditentukan karena tulang sudah tidak utuh. (120)

Baca juga :  Pos Balawista Pantai Balangan Ditarget Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini