Banjir Bandang Landa Jembrana, Jalan Denpasar Gilimanuk Ditutup

picsart 22 10 17 08 25 16 558
BANJIR BANDANG - Kondisi jembatan Biluk Poh, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana yang dipenuhi kayu besar akibat banjir bandang.

Negara, DENPOST.id

Banjir bandang kembali melanda sebagian wilayah Jembrana. Hujan lebat yang terjadi sejak Minggu (16/10/2022) malam mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah.
Banjir bandang terjadi di Sungai Biluk Poh. Mengakibatkan arus lalu lintas Denpasar-Gilimanuk lumpuh total dan akses jalan ditutup.

Sungai Biluk Poh dan Penyaringan yang meluap mengakibatkan akses jembatan Biluk Poh, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo lumpuh karena dipenuhi kayu-kayu besar, Senin (17/10/2022) dini hari.

BTN di Pemedilan, Kelurahan Dauh Waru, Jembrana tenggelam dan tergenang banjir. Air mencapai atap rumah warga di wilayah BTN tersebut. Demikian juga sejumlah wilayah di Melaya. Pondok Pesantren Thoriqul Mahfud terendam banjir. Akibat banjir, siswa SMAN 1 Melaya diminta belajar di rumah karena sekolah kebanjiran.

Dua jembatan di wilayah Mendoyo juga putus sehingga warga terisolir. Seorang warga jatuh karena terpeleset di jembatan Biluk Poh dan belum ditemukan.

Baca juga :  Tak Puas Dengan Laporan Perbekel, Tamba Turun Cari Masalah

Kondisi seperti ini pernah terjadi tahun 2018 juga di Sungai Biluk Poh.
Dampak banjir bandang mengakibatkan jalan Denpasar-Gilimanuk melalui Penyaringan, Mendoyo lumpuh. Hingga Senin pagi, petugas gabungan masih melakukan pembersihan kayu dan material lainnya yang menutupi jembatan Biluk Poh, penghubung Tegalcangkring-Penyaringan, Kecamatan Mendoyo.

Air meluap hingga diatas jembatan Biluk Poh sejak Minggu malam, sehingga jalur jalan akses Jawa-Bali itu tak bisa dilintasi. Meskipun air sudah mulai surut dan berada di bawah jembatan, namun kayu-kayu besar yang terseret arus sungai masih berserakan di atas jembatan.

Baca juga :  PAW Anggota DPRD Jembrana Dilantik

Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana, mengatakan, penutupan sementara akses jalan utama itu dikarenakan jembatan Biluk Poh diterjang banjir. Penutupan menurutnya masih terjadi hingga Senin pagi.
Petugas gabungan masih melakukan pembersihan dengan menerjunkan alat berat guna mempercepat pembersihan. Selain di jembatan Biluk Poh, jembatan Tukadaya penghubung Batuagung-Dangintukadaya, Kecamatan Jembrana juga sempat mengalami hal serupa namun tidak separah di Penyaringan.

Petugas juga mengimbau agar para pengendara mengambil alternatif jalan lain dari Gilimanuk melewati Singaraja.

Baca juga :  1.600 Warga Klungkung Jadi Sasaran Vaksin, Begini Persiapan Diskes

Sementara itu, warga yang tinggal pinggir sungai Tukadaya, Desa Batuagung, Jembrana berupaya mengungsi ke tempat lebih tinggi, termasuk memindahkan ternak-ternak mereka.
Dua wilayah hulu, di dataran tinggi Masehe dan Penyaringan volume air sudah besar, sehingga ketika mengalir ke hilir, banjir tak dapat dielakkan. Seperti di Gelar, Palungan Batu, ketinggian air sungai juga mencapai tinggi jembatan merah Gelar.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra mengatakan penanganan banjir difokuskan pada penyelamatan warga. Warga diimbau untuk mencari tempat aman, sebab banjir terjadi di sejumlah titik. Baik Jembrana, Mendoyo dan Melaya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini