Hilang Sepekan, Lansia Ditemukan Membusuk di Jurang

picsart 22 10 17 12 32 04 667
LOKASI - Lokasi penemuan jenazah lansia bernama Ni Nyoman Mandri (80) di Jurang Luyu, Banjar Tanah Embut, Desa Satra, Kintamani, Bangli. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Sepekan dilaporkan hilang, seorang nenek dari Banjar Tanah Embut, Desa Satra, Kintamani, Bangli, ditemukan tak bernyawa di jurang dengan ketinggian kurang lebih 10 meter, Minggu (16/10/2022) sore. Saat ditemukan kondisi lansia bernama Ni Nyoman Mandri (80) itu cukup mengenaskan. Kondisi tubuh atau jasadnya sudah mulai membusuk.

“Diduga, korban terpeleset lalu jatuh ke jurang. Kepala dan lehernya membentur batu yang tepat berada di bawahnya saat ditemukan,” kata Kapolsek Kintamani, Kompol Ruli Agus Susanto, dikonfirmasi Senin (17/10/2022).

Baca juga :  Jaksa Bebaskan Tersangka Pencurian HP Lewat Restorative Justice

Sebelumnya Mandri meninggalkan rumah pada Minggu (9/10) pagi, saat anak korban I Made Sumita (58) mengantarkan makanan ke pondokan tempat korban tinggal. Namun yang bersangkutan tak mendapati korban di pondoknya tersebut. Sumita hanya melihat bapaknya saja.

Kemudian anak korban bertanya kepada bapaknya terkait keberadaan ibunya dan dikatakan bahwa ibunya meninggalkan rumah sekitar pukul 05.30 Wita. “Saat itu bapaknya mengatakan jika korban pamit mau pulang ke desa atau ke tempat anaknya tinggal,” ungkap Ruli.

Baca juga :  Selamatkan Keponakan, Lari ke Pinggir Danau, Wahyu Antari Tewas Bersama Dihantam Batu Besar

Namun sampai sepekan korban tak ada ditemukan. Baik di desa maupun di pondoknya. Sumita pun melapor ke aparat desa. Singkatnya, Bhabinkamtibmas Desa Satra bersama Babinsa dan Perangkat Desa Satra melaksanakan pencarian, namun hasilnya nihil. “Pihak keluarganya melapor pada kami. Pencarian kemudian kami lanjutkan dipimpin Somaada mulai Jumat (14/10/2022) lalu,” sebutnya.

Hasilnya, tepat di hari ke 7, piket fungsi Polsek Kintamani mendapatkan laporan bahwa korban sudah ditemukan tidak bernyawa di dalam Jurang Luyu, desa setempat. Identifikasi dan TKP pun dilakukan. “Diduga saat hendak ke desa, korban kebingungan tak tahu arah jalan. Kamudian terpeleset dan terjatuh ke dalam jurang lalu menimpa batu,” imbuhnya. (128)

Baca juga :  Tunda Kenaikan Tarif Retribusi, Ini yang Dilakukan Pelaku Pariwisata Bangli

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini