Kerugian Akibat Bencana di Jembrana Ditaksir Belasan Miliar Rupiah

picsart 22 10 19 08 25 51 151
BANJIR - Banjir bandang sungai Bilukpoh juga membuat rumah-rumah di Banjar Anyar, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo rusak.

Negara, DENPOST.id

Banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Jembrana membawa dampak yang cukup besar. Karena banjir yang terjadi kali ini cukup besar dan cakupannya cukup luas.
Dari informasi, bencana terjadi di lima kecamatan dan 18 desa. Terdapat 35 titik banjir yang menyebabkan 156 rumah rusak, 7 jembatan rusak sehingga sejumlah wilayah terisolir.
Kerugian material yang disebabkan oleh bencana alam ini ditaksir mencapai sekitar Rp 15 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Jembrana, I Wayan Sudiarta, Selasa (18/10/2022) mengatakan, nilai tersebut adalah kerugian seementara dan bisa bertambah.
Jumlah tersebut merupakan estimasi dari kerusakan rumah dan infrastruktur.
Di mana estimasi kerugian tersebut terbagi dalam dua hal, kerugian akibat rumah yang terdampak sekitar Rp 8 miliar, sedangkan infrastruktur jalan dan jembatan sekitar Rp 6-7 miliar.

Baca juga :  Ratusan PMI Asal Klungkung Minta Pulang

Sampai saat ini pengecekan dan pendataan terus dilakukan.
Tim khusus juga sudah diterjunkan untuk melakukan pendataan kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan bencana alam di seluruh Jembrana.

“Proses ini memang butuh ketelitian secara menyeluruh. Kerugian untuk rumah warga yang terdampak lebih besar daripada infrastruktur,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, ada 7 jembatan yang terdampak.
Namun tidak semua jembatan yang rusak berat hingga putus total.
Ada jembatan yang rusak hanya pada sayap pijakan jembatan seperti Jembatan Perak di Desa Penyaringan.

Baca juga :  Pantai Medewi, Pesona Keindahan Wisata Berselancar di Jembrana

Untuk rumah warga yang paling parah terdampak adalah di sekitar Jembatan Bilukpoh.
Terkait anggaran penanganan bencana, menurut Sudiarta membutuhkan keseriusan semua pihak seperti Pemprov Bali dan Pemerintah Pusat.

Di sisi lain Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin, menjelaskan, untuk seluruh penanganan dampak dari bencana alam akan diusulkan ke pusat dalam hal ini BNPB. “Anggarannya kemungkinan diusulkan menggunakan dana siap pakai (DSP).
Kemungkinan DSP yang akan digunakan. Itu langkah kesiapsiagaan bencana,” katanya.

Baca juga :  Bangkai Paus Terdampar di Batu Belig Akhirnya Dikubur

Sementara Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, menetapkan banjir yang melanda 18 desa di Jembrana ditetapkan sebagai keadaan darurat bencana. “Jadi statusnya keadaan darurat bencana. Karena skupnya masih bisa kita atasi dan masa recoveri 14 hari. Jika belum selesai nanti kita kaji lagi. Sekarang kita lakukan penanganan cepat dulu. Untuk makanan pangan sudah tercukupi. Sekarang kita fokus ke kesehatan dan penanganan bencana lainnya. Kita sudah all out dibantu oleh TNI Polri dan BPBD dan lainnya,” pungkasnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini