Jaksa Nuntut 12 Tahun, PH Gung Panji Nyatakan Keberatan

narkoba baru 1
DITAHAN - Tiga tersangka kasus narkoba dengan barang bukti 35,1 Kg sabu-sabu (SS) saat ditunjukkan ke awak media di Mapolda Bali beberapa waktu lalu. DENPOST.id/dok

Renon, DENPOST

Setelah mendengarkan tuntutan 12 tahun penjara dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), penasihat hukum (PH) terdakwa Anak Agung Gede Oka alias Gung Panji (49), Edward Pangkahila, menyatakan keberatan atas tuntutan tersebut. Menurutnya, berdasarkan fakta-fakta yang terungkap selama persidangan, kliennya disebut tidak terbukti memiliki narkoba.

“Fakta yuridis di persidangan dari awal dakwaan, bahkan sebelum sidang saat penyidikan di Polda Bali, klien kami ini hanya sebagai pemilik vila, bukan pemilik barang (narkoba). Barang itu milik WNA Australia bernama Mr. Apple yang menyewa vila,” ujar Edward, Rabu (19/10/2022).

Menurut Edward, Mr. Apple saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Bali. “Klien saya malah mengetahui ada narkoba setelah diberitahu dua terdakwa lainnya (I Ketut Subagiastra dan Komang Suwana). Dia tahu setelah Mr. Apple meninggalkan kamar selama beberapa minggu dan berpesan agar kamar tidak dibuka selama ditinggalkan,” ungkapnya.

Edward mengatakan, kesalahan kliennya hanya tahu ada narkoba tapi tidak melapor pada polisi. “Klien saya tidak pernah menyentuh, menjual dan tidak pernah menikmati barang. Itu fakta di persidangan. Lalu, kenapa dituntut 12 tahun penjara? Bagi kami itu tuntutan sangat tinggi dan memberatkan,” katanya.

Baca juga :  Harga Masker Kain Diharap Berskala Industri Rumahan

Edward mengaku akan menuangkan pembelaan secara lengkap melalui pleidoi tertulis pada sidang selanjutnya. “Selama sidang klien kami juga sudah menyesali perbuatannya, ini yang semestinya menjadi pertimbangan meringankan jaksa dalam mengajukan tuntutan,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, JPU Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Selasa (18/10/2022) menuntut terdakwa Anak Agung Gede Oka Panji alias Gung Panji dengan hukuman penjara 12 tahun. Sedangkan dua terdakwa lainnya, I Ketut Subagiastra (35) dan Komang Suwana (48) dituntut masing-masing 14 tahun penjara.

Baca juga :  Edarkan Narkoba, Dua Pemuda Pengangguran Ditangkap

Dalam sidang tuntutan tersebut, JPU I Bagus PG Agung dan I Made Agus Sastrawan mengurai fakta yuridis atau fakta hukum yang terbukti dalam persidangan. Di antara fakta yuridis itu disebutkan, dua terdakwa yakni Subagiastra dan Suwana mengakui menjual ekstasi dan narkoba jenis lainnya yang tersimpan di Vila Jepun, di Jalan Dewi Saraswati, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung.

Sejatinya barang terlarang itu bukan milik kedua terdakwa. Melainkan milik seorang warga Australia yang dipanggil Mr. Apple (32) yang kini masih diburu Polda Bali. Mr. Apple merupakan penyewa vila dalam jangka waktu lama. Dan. puluhan kilogram narkoba itu dia simpan di vila milik Gung Panji. “Narkoba dibawa ke Vila Jepun milik terdakwa Gung Panji, pada awal Januari 2022. Dan, Gung Panji mengaku tidak mengetahui jika barang Mr. Apple adalah narkoba. Tapi kedua terdakwa Subagiastra dan Suwana mengetahui kemudian mengedarkannya,” beber JPU. (124)

Baca juga :  Pengunjung Lapangan Puputan Badung Dibubarkan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini