Pasukan Antiteror “Jinakkan” Bom dan Bahan Kimia di Sanur

picsart 22 10 20 15 39 15 520
SIMULASI - Pasukan antiteror Densus 88 menjinakkan bahan peledak di dalam tas gendong dan gas beracun di Jalan By-pass Ngurah Rai Sanur.

Sanur, DENPOST.id

Pasukan antiteror Densus 88 “menjinakkan” bahan peledak di dalam tas gendong dan gas beracun di Jalan By-pass Ngurah Rai Sanur, Depan Hotel Prime Plaza dan Ruko area BNI Sanur, Denpasar Selatan, Kamis (20/10/2022). Kegiatan tersebut merupakan simulasi yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), jelang KTT G-20.

Sejumlah ruas jalan di sekitar digelarnya simulasi dan pelatihan penanganan aksi teror tersebut ditutup sementara. Yakni jalur menuju arah selatan sepanjang simpang Grand Inna Bali Beach (GBB) sampai simpang tiga Jalan Danau Batur. “Simulasi diawali dari ancaman bahan kimia yaitu gas beracun. Gas itu mengenai dua orang. Petugas yang mengenakan alat dan pelindung khusus mengevakuasi korban,” kata salah seorang aparat polisi.

Baca juga :  Enam Pasien Sembuh dan 24 Orang Positif Covid-19 di Denpasar

Kemudian, petugas anti teror mengamankan tas mencurigakan yang diduga berisi bahan peledak. Area penemuan tas pun lantas disterilkan. Dan, tas dipindahkan dengan robot ke mobil Jihandak. Simulasi terakhir penyergapan teroris di ruko di area BNI Sanur.

Direktur Pembinaan kemampuan BNPT, Brigjen Wawan Ridwan, mengatakan, simulasi ini digelar untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal yang tidak diinginkan, terutama terhadap ancaman terorisme dalam rangka persiapan pengamanan KTT G-20. “Unsur yang tergabung dalam simulasi ini, dari polda Bali, Brimob, Puslabfor, Pusdokes, serta Polresta Denpasar. Kalau TNI ada Batalyon Zeni Tempur, Rider, serta satuan kewilayahan termasuk Pangakalan AL dan Pangkalan Udara. Selain itu ada dari Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran dan instansi terkait, kami laksanakan mulai 17 sampai 20 Oktober, dan tadi simulasi terakhirnya,” paparnya.

Baca juga :  Konser ‘’Prost Fest 2022’’ pun Tampilkan Musisi Lokal

Terkait teknis pengamanan untuk para kepala negara delegasi dan anggota G-20, Wawan mengatakan, pengamanan akan terbagi menjadi beberapa ring. Khusus zona 1 yang diisi kepala negara dan delegasi undangan akan dikelola paspampres. Ring 2 dan 3 akan diisi TNI Polri wilayah hukum setempat maupun dibantu Mabes TNI atau Polri. “Dengan pelatihan ini, diharapkan para petugas pengamanan khususnya wilayah Bali memiliki kemampuan yang mumpuni dan cakap saat mengamankan KTT-G20,” tegasnya. (124)

Baca juga :  Membandel, Demo Mahasiswa Asal Papua Dibubarkan Polisi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini