Banjir Bandang Rusak Puluhan Hektar Sawah di Karangasem

picsart 22 10 23 12 46 28 773
RUSAK - Lahan sawah milik petani mengalami kerusakan akibat diterjang banjir bandang. DENPOST.id/ist

Amlapura, DENPOST.id

Banjir bandang akibat jebolnya sejumlah bendungan di Karangasem beberapa waktu lalu merusak puluhan hektar sawah. Bahkan, ada sawah yang padinya siap dipanen juga terdampak. Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem tengah mendata lahan pertanian yang mengalami kerusakan akibat diterjang banjir bandang.

Kabid Pengendalian dan Penaggulangan Bencana, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, I Putu Gede Suwata Berata, Minggu (24/10/2022) mengatakan, sejauh ini ada puluhan hektar lahan sawah milik petani rusak akibat terjangan banjir bandang tersebut.

Baca juga :  Terkait Isu Beras JPS Tak Sesuai Takaran, Pemkab Lakukan Ini 

“Kerusakan di Subak Selat ada empat bendungan yang jebol serta padi siap panen tertimbun material tanah yang dibawa oleh banjir. Selain tertimbun material tanah, sekitar satu hektar lahan yang berisi tanaman petani juga rusak dan hanyut terbawa banjir,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, di Subak Gantalan I dan Subak Ganggangan Desa Sibetan ada sekitar 2 hektar lahan dengan padi berusia 40 hari mengalami kerusakan. Kemudian sekitar 30 hektar lahan pertanian di subak Gantakan I dan Ganggangan terancam tidak bisa tanam di musim berikutnya karena bendungan yang rusak itu. “Di Selat, sekitar 50 hektar lahan pertanian tidak bisa tanam musim berikutnya karena saluran tersier menuju sawah rusak,” katanya.

Baca juga :  Satpol PP Tertibkan Tambang Liar di Pantai Bugbug

Menurut Suwata Berata, data sementara diketahui total ada sebanyak 7 bendungan yang jebol saat hujan deras mengguyur wilayah Karangasem dan sekitarnya beberapa waktu lalu. Pihaknya juga masih menunggu laporan subak-subak lainnya untuk bisa memastikan kerusakan akibat bencana banjir bandang. Terkait penanganan, Suwata Berata mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR termasuk Bupati Karangasem. (tim dp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini