Antisipasi Kasus Ginjal Akut, Dinkes Denpasar Awasi Obat Sirup di Apotek dan Toko Obat

picsart 22 10 23 16 31 17 267
AWASI APOTEK - Dinkes Kota Denpasar, saat melakukan pengawasan dan pemantauan obat sirup di apotek di wilayah Kota Denpasar, Sabtu (22/10/2022).

Dauh Puri, DENPOST.id

Dinas Kesehatan Kota Denpasar, melakukan antisipasi kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) yang mulai ditemukan di Indonesia, bahkan di Bali. Hal ini dilaksanakan dengan pengawasan dan pemantauan obat sirup di apotek-apotek dan toko obat di wilayah Kota Denpasar, Sabtu (22/10/2022).

Plt. Kadis Kesehatan Kota Denpasar, Tri Indarti usai pemantauan menjelaskan dari hasil pengawasan dan pemantauan di lapangan, seluruh apotek yang dikunjungi tidak lagi menyediakan obat sirup. Hal ini telah sesuai dengan Surat Menkes Nomor : 01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak. “Dari pengawasan seluruh apotek yang kami datangi sudah tidak menjual obat sirup,” kata Tri Indarti.

Baca juga :  Membandel di Masa PPKM Darurat, Rumah Makan dan Warung akan Ditindak

Tri Indarti juga turut mengimbau kepada seluruh dokter atau rumas sakit supaya tidak memberikan resep obat sirup. Hal senada juga berlaku bagi apotek tidak menerima resep obat sirup. “Dokter, rumah sakit dan apotek kami mohon kerjasamanya untuk tidak meresepkan obat sirup dan apotek agar tidak melayani pembelian obat sirup. Kami ucapkan terimakasih bagi apotek yang sudah mengikuti imbauan pemerintah,” ujarnya.

Pihaknya mengingatkan perlunya kewaspadaan orang tua yang memiliki anak (terutama usia < 6 tahun) dengan gejala penurunan volume/frekuensi urin atau tidak ada urin, dengan atau tanpa demam/gejala prodromal lain untuk segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat. Selain itu, anak usia balita untuk sementara tidak mengkonsumsi obat-obatan yang didapatkan secara bebas tanpa anjuran dari tenaga kesehatan yang kompeten sampai dilakukan pengumuman resmi dari pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Perawatan anak sakit yang menderita demam di rumah lebih mengedepankan
tata laksana non farmakologis, seperti mencukupi kebutuhan cairan, kompres
air hangat dan menggunakan pakaian tipis. Jika terdapat tanda-tanda bahaya, segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” tandasnya. (112)

Baca juga :  Ini Penyebab Wajah Kota Denpasar Makin Semrawut

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini