Pascabanjir, Puluhan Hektar Sawah Gagal Panen

sawah witari 1
BANJIR - Tanaman padi yang hampir panen di Subak Jagaraga 1 di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo kembali terendam banjir, Senin (24/10/2022) karena air sungai Biluk Poh naik lagi. 

Negara, DENPOST.id

Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di wilayah Jembrana, tak hanya merusak fasilitas umum dan rumah warga. Puluhan hektar lahan pertanian juga kena terjangan banjir dan kini tanamannya gagal panen. Kerugian besar tak bisa dihindari para petani padi, jagung dan kedelai.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Sutama, Selasa (25/10/2022) mengatakan, lahan berbagai komoditi yang mengalami rusak ringan 111,72 hektar, rusak sedang 72,47 hektar dan berat 120,78 hektar.
Sementara khusus tanaman padi yang rusak berat 61,31 hektar se-Jembrana
Kondisi yang paling parah terjadi di Kecamatan Mendoyo, termasuk di Penyaringan. “Dari pengamatan dan pendataan ke subak maupun petani, sebagian besar padi yang sudah menjelang panen rusak,” ungkapnya.

Baca juga :  Banjir Bandang Akibatkan Sembilan Ekor Sapi Hanyut dan Mati

Untuk di Mendoyo, kata Sutama, yang banyak kena di Subak Penyaringan dan Jagaraga.
Kalau di Kecamatan Jembrana ada juga, tetapi lebih banyak kedelai dan jagung. Selain merusak tanaman, banjir juga merusak saluran irigasi.
Terkait bantuan, Sutama mengaku masih melakukan pendataan dan akan diperjuangkan. “Saat ini kami siapkan data saja dulu, mana yang rusak ringan, sedang, berat. Terutama yang berat ini dan berisiko kerugian petani,” tambahnya.

Karena lebih banyak padi, menurutnya pasti akan berdampak juga pada produksi padi di Kabupaten Jembrana tahun ini. Tetapi menurutnya tidak terlalu signifikan. Apalagi lebih banyak yang baru turun tanam.

Baca juga :  Vaksinasi Covid-19 di Pengambengan Dikebut

Dari pengamatan di Subak Jagaraga 1, Senin (24/10/2022) sore, padi yang siap dipanen terendam air dan lumpur karena air sungai kembali naik. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini