Dua Tersangka Tak Ditahan, Ipung Sebut Kapolres Tabanan Diskriminasi Kasus Anak

picsart 22 10 25 18 59 28 521
Aktivis Perlindungan Anak dan Perempuan, Siti Sapurah alias Ipung.

Denpasar, DENPOST.id

Aktivis perlindungan anak dan perempuan, Siti Sapurah alias Ipung menyayangkan sikap Kapolres Tabanan, AKBP Ranefli Dian Candra yang tidak menahan dua tersangka kasus panganiayaan anak. Ipung menilai polisi telah diskriminasi terhadap korban kekerasan atau penyiksaan yang dialami anak-anak.

Ipung mengatakan kasus kekerasan terhadap anak-anak tidak sesimpel apa yang dikatakan Kapolres Tabanan. Dalam kasus yang dialami DH (6) dan DS (3), ada dua tersangka orang dewasa yang dengan sengaja menyiksa dua anak kecil yang tidak mengerti apa-apa. “Anak tidak tahu apa-apa. Anak butuh perlindungan dari orang dewasa. Jadi kita sebagai orang dewasa, terlebih aparat penegak hukum harus punya empati terhadap anak yang menjadi korban kasus kriminalitas dan kekerasan,” katanya, Selasa (25/10/2022).

Baca juga :  Pria Sepuh yang Hendak Bobol Pura Tak Diproses Hukum

Ipung mengungkapkan penyidik di kepolisian memang memiliki hak untuk tidak melakukan penahanan terhadap pelaku kejahatan. Namun, dalam kasus kekerasan dan penyiksaan hingga merantai leher dan kaki dua orang anak, hal itu bukan merupakan kasus ringan, seperti yang dikatakan Kapolres Tabanan. “Polisi berdalih karena hukumannya di bawah lima tahun. Ada apa dengan polisi, mengapa tidak mengenakan Pasal 170 KUHP, yakni melakukan penganiayaan secara bersama-sama dengan ancaman hukuman lima tahun enam bulan penjara,” ujarnya.

Tak hanya itu, keamanan rumah aman yang menjadi tempat ditahannya kedua korban dan ibunya yang telah ditetapkan sebagai tersangka juga dipertanyakan. “Apakah Kapolres berani menjamin jika tidak akan ada lagi aksi serupa di rumah aman itu. Saya sudah 20 tahun mendampingi anak korban kekerasan, namun rumah aman itu ternyata tidak aman. Ibunya tidak ditahan, ayahnya tidak ditahan dan anaknya ditaruh di rumah aman. Apakah polisi menjamin jika korban akan aman. Jangan-jangan kasus ini akan menguap,” bebernya.

Baca juga :  Gubernur Koster Kukuhkan Pengurus Gotra Pangusada Bali

Ipung juga menyayangkan sikap polisi yang pasti menahan tersangka kekerasan dengan korban orang dewasa. Namun tidak menahan tersangka kekerasan terhadap anak. “Jika anak itu kembali menjadi korban, bapak yang akan saya pidanakan. Negara melindungi hak anak. Anak-anak tidak boleh didiskriminasi. Mereka juga dilindungi Undang-undang,” tegasnya, seraya mengaku siap merawat kedua korban. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini