Beli Sirop di Apotek, Pembeli Wajib Bawa Resep Dokter

picsart 22 10 26 17 12 04 950
APOTEK - Anggota Sat Reskrim Polres Klungkung mendatangi sejumlah apotek, Selasa (25/10/2022) sore.

Semarapura, DENPOST.id

Peredaran obat sirop di wilayah Klungkung diatensi jajaran Polres Klungkung. Selasa (25/10/2022) sore, anggota Sat Reskrim Polres Klungkung turun menyambangi beberapa apotek dan toko obat untuk memastikan agar tidak memajang dan menjual sirop secara bebas.

Pengawasan penjualan sirop ini juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya kasus gagal ginjal akut pada anak. Apalagi berdasarkan keterangan Kemenkes, kasus gagal ginjal pada anak yang kasusnya meningkat di Indonesia, disebut karena dipicu cemaran etilen glikol (EG) yang terkandung dalam sirop.

Baca juga :  Raih Prestasi Kinerja Sangat Tinggi, Klungkung Dapat DID Segini

“Personel Satreskrim Polres Klungkung telah turun melakukan kegiatan pengawasan dan memberikan imbauan kepada sejumlah apotek di wilayah Kecamatan Klungkung agar tidak menjual obat sirop secara bebas,” kata Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu Agus Widiono, Rabu (26/10/2022).

Lebih lanjut dikatakan, pembelian sirop harus diatur secara ketat, yakni hanya boleh dilakukan melalui resep dokter. Mengingat ada beberapa obat yang hanya tersedia dalam sediaan sirop.

Baca juga :  Tahun 2022, TPP ASN di Klungkung Akan Dipangkas 35 Persen

“Jika ada warga yang membeli obat sirop, pihak apotek akan menghubungi dokter yang mengeluarkan resep dan menyarankan mengganti dengan obat tablet atau kapsul. Bahkan jika ada masyarakat yang ingin membeli obat sirop tanpa resep, maka pihak apotek menyarankan untuk berobat ke dokter terlebih dahulu,” tegasnya.

Menurut Agus Widiono, pengawasan ini dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Kami dari Polres Klungkung turun untuk memastikan obat sirup yang saat ini dilarang beredar tidak lagi diperjualbelikan, agar tidak ada korban gagal ginjal akut pada anak terjadi di daerah kita khususnya di Klungkung,” katanya.

Baca juga :  Nama Kadernya Dicatut Parpol Lain, PDIP Klungkung Gerah

Lebih lanjut, Agus Widiono mengatakan ada enam apotek yang disasar kepolisian di Klungkung, untuk dilakukan pengawasan.
Dari hasil pengecekan tersebut, tidak ditemukan adanya apotek yang menjual sirop yang telah dilarang beredar. Justru para pengelola apotek telah membuat larangan/informasi bahwa untuk sementara waktu tidak menjual obat sirop. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini