Ke Pura Gunung Payung, Komisi II DPR RI Sikapi Pengaduan Desa Adat Kutuh

img 20221026 wa0059
GUNUNG PAYUNG - Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Dolly Kurnia didampingi Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra, saat turun ke Pura Gunung Payung, Desa Kutuh.

Kutuh, DENPOST.id

Permasalahan klaim lahan Pura Gunung Payung mendapat perhatian DPR pusat. Pengaduan Prajuru Desa Adat Kutuh terkait adanya klaim lahan Pura Gunung Payung langsung disikapi Ketua Komisi II DPR RI yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Dolly Kurnia didampingi Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra yang turun langsung ke Pura Gunung Payung, Desa Kutuh, Rabu (26/10/2022) sore.

Ahmad Dolly Kurnia ditemui di lokasi memaparKan kunjungan kerja lapangan Desa Adat Kutuh, menindaklanjuti pengaduan Desa Adat Kutuh tentang Pura Gunung Payung yang menghadapi masalah sengketa tanah. Di mana, ada pihak tertentu yang mengklaim mengatasnamakan tanah pura seluas 16 hektar yang dari dulu menjadi tempat persembahyangan dan tiba-tiba ada yang mengklaim.

Baca juga :  Sepekan PPKM Darurat, Tim Gabungan Tindak Ratusan Pelanggar

Pihaknya mengaku sebulan lalu sudah menerima laporan dari perwakilan desa adat di Jakarta.
“Dikawal sama pak Bagus, kita berjanji ketika ada kunjungan kerja ke Bali, kita akan melihat langsung lokasinya,” ujarnya.

Terkait permasalahan tersebut, pihaknya akan menyampaikan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN ) karena kasus seperti ini, banyak terjadi di seluruh Indonesia.
“Kalau misalnya selama ini tanah itu tidak pernah ada masalah ketika berhadapan orang perorang yang memang modusnya bermacam-macam. Ada yang sudah punya sertifikat juga bisa diklaim,” ujarnya.

Baca juga :  Terbawa Ombak, Jenazah Orok Terdampar di Pantai Legian, Kuta

Padahal sudah jelas dan saat di Jakarta, pihaknya menerima juga dan sudah dilihat areal tersebut sudah mempunyai bukti sertifikat adat berupa pipil.

Sementara Bagus Mahendra menambahkan pihaknya mengapresiasi perjuangan luar biasa dari Bendesa Kutuh dan seluruh pengempon Pura Gunung Payung. “Hal ini patut kita apresiasi perjuangan gigih dengan tidak ada basik hukum tapi bermodalkan semangat berjuang menghadapi oknum yang berkeinginan untuk meraih keuntungan secara pribadi.
Dan kami mendampingi Ketua Komisi II turun sebagai bentuk memberikan perhatian dan support atas perjuangan ini,” tegasnya.

Baca juga :  DPRD Bangli Garap Ranperda Perumda PDAM dan IMB

Bendesa Adat Kutuh, Nyoman Mesir menegaskan untuk proses digugatnya duwe Pura Gunung Payung, pihaknya selaku pengempon atas nama masyarakat Kutuh, kaget. Karena dari jaman nenek moyang tempat ini merupakan duwe Pura Gunung Payung, dan tidak pernah dijual. (113)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini