Terkait Presidensi G20, Gubernur Koster Terbitkan SE Pembatasan Kegiatan Masyarakat

koster112
Gubernur Bali Wayan Koster

Denpasar, DenPost.id

Gubernur Bali Wayan Koster, Selasa (25/10/2022), menerbitkan Surat Edaran (SE) No: 35425/SEKRET/2022 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dalam rangka Presidensi G20 di Bali.

SE tersebut dikeluarkan dengan mempertimbangkan penyelenggaraan rangkaian pertemuan Presidensi G20 dan pertemuan puncak pemimpin negara G20 pada 15 dan 16 November mendatang merupakan momentum yang sangat penting dan bersejarah untuk menentukan kemajuan peradaban dunia era baru dengan tatanan kehidupan baru, pascapandemi covid-19. Karena itu rangkaian pertemuan Presidensi G20 harus lancar, nyaman, aman, damai dan sukses.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra membenarkan keberadaan SE tersebut. Dalam siaran persnya, Rabu (26/10/2022), Dewa Made Indra mengatakan pembatasan kegiatan masyarakat di beberapa wilayah tertentu ini dilakukan untuk memastikan rangkaian pertemuan Presidensi G20 berlangsung lancar, nyaman, aman, damai dan sukses. “Kami permaklumkan kepada warga yang tinggal atau beraktivitas di wilayah tersebut dan berharap kepada seluruh masyarakat Bali agar bersama-sama mendukung kelancaran dan kesuksesan pertemuan Presidensi G20 demi nama baik Indonesia, khususnya Bali,” tegasnya.

Pejabat asal Pemaron, Buleleng, ini menambahkan kelancaran dan kesuksesan kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kepercayaan internasional dan mengembalikan ekonomi Bali seperti sediakala.

Baca juga :  Kembali, 1 Pasien Covid-19 Meninggal di Denpasar

Dalam SE Gubernur Bali tersebut, pembatasan kegiatan masyarakat dilakukan di Kecamatan Kuta, Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel) dan Denpasar Selatan (Densel) pada 12 hingga 17 November mendatang yang meliputi kegiatan pendidikan, perkantoran pemerintah dan swasta, kegiatan upacara adat, dan kegiatan keagamaan, kecuali fasilitas kesehatan tetap dilaksanakan.

Bagi sekolah dan perguruan tinggi yang berada di wilayah tersebut, maka kegiatan pembelajaran pada 12 hingga 17 November nanti dilaksanakan secara daring. Sedangkan kegiatan perkantoran dilaksanakan dari rumah (work from home).

Baca juga :  Gubernur Berharap Perbanyak Penerbangan Langsung ke Bali

Pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat di semua jalur yang menuju lokasi pelaksanaan Presidensi G20 antara lain: pembatasan kegiatan ke jalur menuju Hotel Apurva Kempinski, Kutsel, pembatasan kegiatan di jalur menuju ITDC, Nusa Dua, Kutsel; pembatasan kegiatan di jalur Tol Bali Mandara, ketiganya pada 12-17 November mendatang; pembatasan kegiatan di jalur menuju GWK pada 15 November; dan pembatasan kegiatan di jalur menuju penyemaian mangrove Kawasan Tahura Ngurah Rai pada 15-16 November mendatang.

Baca juga :  Jenazah Orok Hanyut di Tukad Lobong

Dewa Indra berharap dukungan semua pihak terhadap pelaksanaan SE ini, khususnya dari bupati/walikota, pimpinan instansi vertikal, pimpinan perangkat daerah, pimpinan BUMN/BUMD, Majelis Desa Adat dan FKUB Provinsi Bali. (dwa)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini