Petugas Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal

picsart 22 10 27 16 40 12 493
TANPA CUKAI - Tim gabungan melakukan penertiban peredaran rokok tanpa cukai di Gianyar.

Gianyar, DENPOST.id

Tim gabungan terdiri petugas Bea Cukai Denpasar dan Satpol PP Gianyar melakukan pengawasan terhadap perdagangan rokok di Kabupaten Gianyar. Hasilnya, tim gabungan menemukan 43.984 batang rokok tanpa isi lebel bea cukai alias rokok ilegal. Bila diuangkan rokok tanpa cukai ini senilai Rp 52.780.800.

Peredaran puluhan ribu rokok ilegal ini dinilai melanggar UU No.38 tahun 20O7. Petugas langsung menyita rokok tak bercukai itu barang bukti.

Baca juga :  Pantai Ramai Dikunjungi, Satuan Polairud Polres Gianyar Gencarkan Patroli Pesisir

Kasatpol PP Gianyar, I Made Watha, Kamis (27/10/2022) mengatakan, penertiban peredaran rokok ilegal ini sejatinya merupakan kewenagan Bea Cukai Denpasar. Satpol PP, katanya, hanya dimintai bantuan untuk melancarkan penertiban tersebut. Sebanyak 96 warung disasar di 3 kecamatan yakni Kecamatan Sukawati, Tegallalang dan Tampaksiring. Sebanyak 55 warung disasar di Kecamatan Sukawati, 21 warung di Kecamatan Tampaksiring dan 20 warung disasar di Tegallalang. Untuk menyasar 3 kecamatan, tim gabungan memerlukan waktu selama 6 hari. Dari 96 warung yang disasar ditemukan 11 warung menjual rokok tanpa dilengkapi bea cukai.

“Dalam penertiban menyasar 96 warung di 3 kecamatan yakni Sukawati, Tampaksiring dan Tegallalang ditemukan 226 slop dan 39 bungkus rokok, dengan total 43.984 batang rokok berbagai merk tanpa dilengkapi bea cukai dan melanggar UU No. 39 tahun 2007,” papar Watha.

Baca juga :  Turunkan Angka Stunting, Pemkab Gianyar Gelar Rembuk

Sebelum melakukan penertiban pada September 2022 lalu, tim sudah melakukan sosialiasasi soal bea cukai rokok kepada masyarakat, kelian dinas, perbekel dan camat. Tim juga melakukan sosialisasi bea cukai rokok dengan memasang sejumlah spanduk disejumlah tempat. “Sosialisasi ini dilakukan guna memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bea cukai pada rokok yang dijual-belikan di masyarakat,” pungkasnya. (116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini