Bupati Tabanan Langsung Atensi Kasus Penyekapan Dua Anak

sanjayaku
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya

KASUS kekerasan terhadap dua bocah di bawah umur di satu rumah kos di Jalan Walet No.2, Lingkungan Banjar Gerang, Pasekan, Desa Dajan Peken, Tabanan, memantik reaksi  Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Senin (24/10). Hal itu karena kasus yang melibatkan ibu kandung korban berinisial UDW (40) dan pacarnya, MS (40), termasuk menonjol, khususnya di Tabanan. Selama ini belum ada kasus seorang ibu yang tega merantai anak kandungnya, lalu ditempatkan di kamar yang gelap.

Begitu mendengar berita ada kasus penyakapan terhadap anak, Sanjaya mengaku langsung mengatensi dengan menemui UDW dan MS di Polres Tabanan. Saat bertemu kedua tersangka, dia menanyakan perihal kasus penyekapan itu hingga akhirnya diketahui warga, sehingga keduanya diamankan polisi. ‘’Walau ibu tersebut berasal dari Balikpapan, Kalimantan, atau bukan warga Tabanan, saya harus turun untuk mengetahui kejadian sebenarnya,’’ tegas Sanjaya, Kamis (27/10/22).

Baca juga :  Gubernur Koster Syukuri Bali Negatif Paparan Varian Omicron

Kebetulah saat itu Dinsos juga mengajak Bupati untuk turun ke Kapolres Tabanan. Memang polisi sudah mengambil tindakan cepat untuk mengisolasi kedua korban dan tersangka untuk ditempatkan di rumah khusus.

Saat Bupati bertanya perihal kasus penyekapan itu, tersangka UDW langsung minta maaf. Tersangka mengaku melakukan kekerasan terhadap kedua anaknya hanya spontan karena sang anak bandel atau sulit diatur. Bupati Tabanan lalu menasihati tersangka agar jangan sewenang-wenang terhadap anak di bawah umur, karena mereka belum paham apa-apa sehingga perlu dididik. ‘’Sebandel-bandelnya mereka, kita mesti punya prikemanusiaan. Mereka masih bisa kita didik agar jadi orang baik. Jangan malah diperlakukan seperti binatang: dirantai dan disekap,’’ ujar Bupati asal Dauhpala, Banjar Dauh Peken, Tabanan ini.

Dia minta kepada Kapolres Tabanan agar menangani kasus ini secara proporsional, sehingga tak ada lagi kasus penyekapan terhadap anak di Tabanan. Khusus mengenai kedua anak tersangka, Sanjaya menyebut bahwa banyak panti asuhan di Tabanan yang mau menangani atau mengasuh mereka jika sang ibu nanti diproses secara hukum.

Baca juga :  Narkoba Rambah Pedesaan di Tabanan, Tujuh Tersangka Ditangkap

Ada hal menarik pula ketika Sanjaya menanyai tersangka UDW. Saat itu wanita asal Balikpapan ini ketahuan kos di Banjar Gerang tanpa mengantongi identitas diri. Walau demikian dia selama ini aman menempati rumah milik Pak Made, orang Bali yang tinggal di Surabaya. Praktis aktivitas UDW tak ada yang mengawasi karena di tempat kos itu tak ada tuan rumahnya.

Mengenai urusan hukum terhadap UDW dan MS, Sanjaya menyerahkan sepenuhnya ke aparat berwenang. ‘’Kasusnya mesti diproses sesuai prosedur agar ada efek jera, sedangkan urusan anaknya Dinas Sosial yang mengurus,’’ tandas Sanjaya. (yad)

Baca juga :  Pasutri WNA yang Dirawat di BRSU Tabanan Positif Covid-19

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini