Dua Pansus DPRD Denpasar Mulai Bahas Ranperda

picsart 22 10 27 21 21 28 124
RAPAT INTERN - Pansus XXIV DPRD Kota Denpasar, dipimpin ketuanya I Nyoman Gede Sumara Putra, saat rapat intern, Kamis (27/10/2022).

Dangri, DENPOST.id

Dua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Denpasar yang telah terbentuk, kini mulai bertugas membahas ranperda yang masuk ke Dewan. Kedua Pansus itu, yakni Pansus XXIII yang membahas ranperda tentang perlindungan disabilitas, dan Pansus XXIV yang membahas ranperda penyertaan modal ke Perumda Pasar Sewakadarma.

Kedua pansus ini, Kamis (27/10/2022), melakukan rapat intern membahas pola pembahasan yang akan dilakukan pansus masing-masing.

Ranperda tentang perlindungan disabilitas yang dibahas Pansus XXIII, dipimpin Ketua Pansus, Gusti Made Wira Namiartha, didampingi wakilnya, I Wayan Sugiarta. Pansus ini membahas satu per satu pasal yang ada di dalam ranperda.

Sementara di ruangan berbeda, Pansus XXIV dipimpin ketuanya I Nyoman Gede Sumara Putra, didampingi wakilnya I Kompyang Gede juga membahas ranperda penyertaan modal ke perumda pasar. Dalam pembahasan awal ini, Pansus XXIV menekankan tentang pola pembahasan yang akan dilakukan.

Baca juga :  Di hadapan Kasatpol PP Denpasar, Karaoke EC dan Platinum Berkilah Tak Buka

Berdasarkan masukan anggota Pansus, seperti I Nyoman Darsa, I Ketut Suteja Kumara, I Ketut Budha, dan I Wayan Suadi Putra, pansus sepakat akan mengundang pihak eksekutif, jajaran Perumda Pasar Sewakadarma dan juga tim penyusun. Mengingat, ada beberapa hal yang perlu mendapat penjelasan dari pihak terkait untuk penyempurnaan ranperda tersebut.

“Perlu kita mendapat penjelasan, dari mana datangnya angka Rp328 miliar untuk penyertaan modal ke perumda. Dari mana sumber dananya ini, apakah nanti ada perjanjian khusus bila nanti penyertaan modal ini dilaksanakan. Ini perlu kita tanyakan terlebih dahulu,” ujar Nyoman Darsa.

Baca juga :  Hindari Kerumunan, BUMDes Beri Pelayanan Daring

Hal senada juga disampaikan I Wayan Suadi Putra. Pihaknya sepakat membahas masalah ini secara intern dengan perumda pasar, sehingga tahu asal muasal yang mengharuskan penyertaan modal ini. Termasuk mengetahui bisnis plan-nya sepuluh tahun ke depan.

Seperti diketahui dalam ranperda yang diusulkan eksekutif, pada Pasal 5 disebutkan besarnya penyertaan modal akan diberikan Rp328 miliar lebih. Namun saat ranperda ini dibahas, pemkot sudah mengalokasikan penyertaan modal sebesar Rp75 miliar (pasal 4 Bab II). Namun, untuk meningkatkan pelayanan perumda ke masyarakat, pemkot kembali berencana menambah modal ke perumda sebesar Rp328 miliar dalam waktu 10 tahun. (105)

Baca juga :  Hasil Tes Cepat Buronan Interpol Ternyata Reaktif

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini