Petugas Regsosek Didaftarkan BPS Dalam Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

tugas
SERAHKAN KARTU KEPESERTAAN - Sekretaris Utama Badan Pusat Statistik (BPS) Atqo Mardiyanto bersama Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Zainudin menyerahkan kartu petugas Regsosek secara simbolis. (DenPost.id/ist)

Denpasar, DenPost.id

Ratusan ribu petugas Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) dipastikan mendapat perlindungan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan. Mereka ditugaskan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mendata seluruh penduduk Indonesia.

Menurut Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Denpasar Opik Taufik, Regsosek adalah proses pengumpulan data seluruh penduduk Indonesia yang dilakukan dari pintu ke pintu untuk mendapat informasi berupa data kependudukan, data ketenagakerjaan, kondisi perumahan, kesehatan dan disabilitas, perlindungan sosial, data pendidikan hingga pemberdayaan ekonomi. “Proses Regsosek di seluruh Indonesia termasuk Bali dilakukan pada 15 Oktober hingga 14 November 2022,” tegasnya, beberapa waktu lalu.

Baca juga :  Mudahkan Pelanggan, Auto 2000 Denpasar Berikan Layanan Program Ini

Menurut Opik, untuk memastikan mendapat jaminan sosial, seluruh petugas Regsostek akan mendapat perlindungan yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. “Kartu kepesertaan telah diserahkan secara simbolis ke sejumlah perwakilan petugas Regsostek oleh Sekretaris Utama Badan Pusat Statistik (BPS) Atqo Mardiyanto bersama Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin, di Jakarta beberapa waktu lalu,” imbuhnya.

Lebih lanjut Opik mengungkapkan para petugas Regsostek berisiko tinggi saat melakukan pendataan penduduk. Mereka bertugas di wilayah perkotaan, pegunungan, hutan, dan lainnya. “Maka petugas tersebut didaftarkan ke dalam BPJS Ketenagakerjaan, sehingga kalau terjadi apa-apa, petugas sudah terlindungi,” jelasnya.

Baca juga :  Kasus Baru Bertambah 474, Pasien Meninggal 34, Sembuh Tetap Tinggi

Opik menuturkan seluruh petugas Regsosek didaftarkan dalam dua program BPJS Ketenagakerjaan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). JKK merupakan manfaat berupa uang tunai dan pelayanan kesehatan yang diberikan saat peserta mengalami kecelakaan kerja atau penyakit yang disebabkan lingkungan kerja. Sedangkan JKM merupakan manfaat berupa uang tunai yang diberikan kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia. “Jika peserta memiliki anak, maka akan mendapat beasiswa pendidikan dari jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi atau sebesar maksimal Rp174 juta untuk dua  anak,” bebernya. (yan)

Baca juga :  Ombak di Campuhan Padanggalak Relatif Besar, Rentin Sebut Harus Ditandai Bendera Merah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini