Dewan Minta Pemkab Jembrana Bentuk Tim Jagawana

picsart 22 10 28 20 40 35 291
BANJIR BANDANG - Banjir bandang di Sungai Biluk Poh, yang meluluhlantakkan perkebunan dan rumah warga di Biluk Poh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, dan Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan.

Negara, DENPOST.id

Bencana banjir yang terjadi di Jembrana, berdampak sangat luas karena terjadi di 35 titik. Bahkan banjir bandang di sungai Biluk Poh, meluluhlantakkan rumah warga di Biluk Poh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, dan sejumlah rumah di Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan.

Kondisi ini, membuat prihatin Anggota DPRD Jembrana.

Fraksi Gerindra DPRD Jembrana yang diwakili Ketut Astawa Putra, saat sidang paripurna dengan agenda pandangan umum fraksi terhadap sejumlah ranperda, Jumat (28/10/2022), mengatakan penberian izin terhadap pengelolaan hutan seluas 5.927 ha oleh Kementerian Kehutanan kepada kelompok masyarakat penyanding hutan agar konservasi hutan dengan penanaman pohon (hasil hutan bukan kayu) dapat dipastikan pelaksanaannya di lapangan.

“Kami juga memaklumi dengan minimnya personel kehutanan yang ada untuk melakukan tugas pengawasan di lapangan. Karena itu, kami Fraksi Gerindra menyarankan bupati agar dapat membentuk tim gabungan/Jaga Wana dengan melibatkan KTH yang ada dan pemerintah daerah sebagai koordinator dalam rangka pemantauan kerusakan hutan, sehingga nantinya dapat dialokasikan anggaran untuk kegiatan tersebut,” jelasnya.

Baca juga :  Tim Gabungan Gianyar Berangus Baliho dan Spanduk Liar

Pihaknya juga mendorong pemkab untuk melakukan koordinasi dengan Pemprov Bali, mengingat kewenangan kehutanan di Kabupaten Jembrana berada pada Provinsi Bali, namun dari dampak yang ditimbulkan dari kerusakan hutan tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat Jembrana sendiri.

“Semoga ini bisa segera dapat diatasi,” harapnya.

I Made Sabda membacakan pandangan Fraksi Golkar mengharapkan Bupati Jembrana menganggarkan lebih biaya tidak terduga tanggap bencana di BPBD dalam penanganan dampak bencana alam tidak terduga. Diharapkan agar pemkab memaksimalkan program reboisasi bekerjasama dengan KTH dan masyarakat terhadap hutan di wilayah Jembrana, dan menjaga pelestarian hutan dengan memanfaatkan drone memantau setiap bulan kondisi terkini, serta adanya penindakan yang tegas terhadap pelaku perusakan hutan dengan sanksi yang berat. (120)

Baca juga :  Di Jembrana, Dua Pasien Covid-19 Meninggal

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini