Tinjau SMPN 5 Denpasar, AWK Imbau Jangan Ikutkan Anak Didik Dalam Politik Sekolah

awk2
LIHAT SEKOLAH - AWK bersama Kadisdikpora Denpasar A.A.Gede Wiratama, Dr.Togar, dan guru-guru SMPN 5 Denpasar, usai melihat permasalahan di sekolah setempat. (DenPost.id/ist.)

Ubung, DenPost.id

Kisruh di SMP Negeri 5 Denpasar di Kelurahan Ubung, Denpasar Utara (Denut) akhirnya sampai pula di telinga anggota DPD asal Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa atau Arya Wedakarna (AWK). Pada Jumat (18/10/2022), dia mendatangi SMP Negeri 5 untuk ikut menyelesaikan kisruh pascademo para siswa terhadap Kepala Sekolah (Kasek) Dr.Putu Eka Juliana Jaya (Wawa) yang baru menjabat di sekolah ini.

Dalam kesempatan itu, AWK mengungkapkan bahwa dia telah mendatangi para siswa di kelas untuk menanyakan pemasalahan di sekolah setempat. Dia mengaku mendengar secara langsung dari siswa memang ada pro-kontra. Hal itu sudah diinventarisis untuk dicarikan pemecahannya. AWK juga mengajak para siswa dan guru agar menjaga nama baik sekolah setempat. ‘’Tiang (saya) minta anak-anak didik, apalagi di bawah umur, jangan sampai diikutkan dalam politik sekolah karena sudah ada salurannya. Kalau tidak suka dengan guru atau ada kesalahan pada Kepala Sekolah, salurannya adalah dinas. Kan begitu?” urai AWK.

Baca juga :  Pengunjung Toko Jl. Gajah Mada Cueki Rambu Lalin

Ketika ditanya wartawan, apakah ada motor penggerak di belakang demo di SMP Negeri 5 Denpasar? “Motor penggerak pasti ada, tapi masih dugaan-dugaan ya. Kalau kita lihat ada titik kumpul anak-anak dan ada poster-poster, kan nggak mungkin siswa SMP berani (demo) kalau tidak dapat izin?’’ tegasnya.

AWK juga mengaku paham bahwa anak didik membanding – bandingkan kasek sekolah dulu dengan sekarang. Untuk itu dia minta Disdikpora Denpasar mendengar dua arah (siswa dan Kasek) secara adil. ‘’Selama ini kita mendengar hanya di medsos. Rekomendasi saya, kalaupun Kasek nanti diganti maka tetap harus sesuai dengan peraturan perundang–undangan. Misalnya ada batas minimal, tetapi ada solusi,’’ tandasnya.

Baca juga :  Lagi, Satu Pasien Covid-19 di Kota Denpasar Meninggal Dunia

Sedangkan Kadisdikpora Denpasar A.A.Gede Wiratama mengatakan bahwa dia melihat kejadian ini hanya mispersepsi dan komunikasi yang tersumbat.  Untuk itu pihaknya akan membina Kasek dan guru-guru. Setelah itu pihaknya membina para siswa agar jangan ikut–ikutan demo.

Penasihat hukum Kepala SMP Negeri 5 Denpasar, Dr. Togar Situmorang, mengungkapkan bahwa penggalian fakta yang dilakukan Senator AWK sangat bijaksana. Togar minta semua saran AWK supaya diikuti para siswa, guru, dan Disdikpora Denpasar. Dia minta hal tersebut jangan sampai terulang kembali, apalagi demo melibatkan anak didik yang masih di bawah umur.

Lanjut Dr.Togar sesuai yang muncul di medsos bahwa sampai ada siswa yang kerauhan dan membawa spanduk, sehingga itu jelas ada perencanaan matang. Sesuai saran AWK, tambah Togar, agar internal SMP Negeri 5 Denpasar menggelar rapat supaya orang yang terlibat demo jadi jera. Kasus ini juga jangan sampai menjadi acuan bagi  siswa di sekolah lain untuk berdemo. Togar mendukung langkah, saran, serta masukan AWK, baik ditinjau dari sudut pandang etika maupun hukum mengenai terduga provokator dan siswa yang kelasnya tidak tertib lantaran terlibat demo.  “Semoga peristiwa ini tak terulang lagi. Kita wajib menjaga wilayah agar tetap kondusif apalagi Presidensi G20 sudah di depan mata. Kita jangan mencoreng wajah Bali dengan perilaku dan hal yang tidak kondusif di mata pemimpin dunia,” tandasnya. (yad)

Baca juga :  Denpasar Tambah 2 Positif Covid-19

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini