Tekan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, PPKBPPPA Gelar Rakor Lintas Sektor

picsart 22 11 01 15 49 39 137
RAKOR - Rakor dan kerjasama lintas sektor kekerasan terhadap perempuan/anak dan tindak pidana perdagangan orang, di Singaraja, Selasa (1/11/2022).

Singaraja, DENPOST.id

Penanganan dini kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Buleleng menjadi perhatian serius. Langkah-langkah strategis dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait terus diupayakan guna mencegah adanya kasus baru.
Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Kabupaten Buleleng, melaksanakan rapat koordinasi (rakor) dan kerjasama lintas sektor kekerasan terhadap perempuan/anak dan tindak pidana perdagangan orang, di Singaraja, Selasa (1/11/2022).

Rakor yang dibuka oleh Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Perempuan dan Anak, Putu Agustini, menghadirkan pemateri dari Polres Buleleng, Kejari Buleleng, Praktisi Hukum dan Psikolog. “Kami harapkan melalui rakor hari ini seluruh lintas sektor mampu bekerjasama dan berupaya dalam menekan kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak khususnya di Kabupaten Buleleng,” terangnya.

Baca juga :  Sasar Pasar Tradisional, BPBD Buleleng Bagikan Masker dan Ingatkan Prokes

Lebih lanjut dikatakan, rakor ini juga merupakan salah satu program dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA). Di mana dalam pencegahan itu ada beberapa kluster yang harus dilakukan, di antaranya semua anak harus mempunyai identitas, haknya dalam mendapatkan pendidikan, kesehatan dan waktu bermain yang bermanfaat bagi anak.

“Pencegahannya itu melalui pola asuh anak dari keluarga dan juga lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Dijelaskan pula, selain pencegahan dalam tahap sosialisasi juga dalam tahap penanganan. Karena menurutnya, penanganan terhadap anak berbeda dengan penanganan terhadap orang dewasa. Bagaimana tata caranya dalam mendampingi anak saat penyidikan agar nantinya tidak sampai melukai perasaan anak sehingga tidak menimbulkan trauma yang mendalam.

Baca juga :  Terpeleset Saat Mancing, Pensiunan Guru Ditemukan Tewas

“Jadi itulah tugas kami saat melakukan pendampingan selama mereka dilakukan penyidikan baik dia sebagai pelaku maupun korban kekerasan,” imbuhnya.

Disinggung terkait kasus kekerasan di Buleleng sendiri, Agustini mengatakan, kasus yang ditemui semakin ekstrem. Oleh karena itu pihaknya meminta untuk meningkatkan kewaspadaan, kepedulian sebagai keluarga dan masyarakat terhadap anak-anak.

Agustini menerangkan, jumlah kasus dari bulan September Tahun 2022 ada sebanyak 29 kasus yang didominasi kasus kekerasan terhadap anak. “Menyikapi hal itu, kami selalu melakukan upaya di antaranya selalu melakukan pendampingan dan melalui program KLA dengan bersosialisasi bersama lintas sektor lainnya,” katanya.

Baca juga :  Di Buleleng, 5 Kasus Meninggal Akibat Covid-19

Sementara itu, Kasubsi Pra Penuntutan Kejari Buleleng, I Made Hery Permana Putra, ditemui seusai memberi materi kegiatan mengatakan, adapun peran dari kejaksaan yaitu melalui upaya preventif atau pencegahan melalui beberapa program. Di antaranya melalui program jaksa masuk sekolah dan sosialisasi jaksa masuk desa dan pendampingan dialog di radio juga.

“Jadi banyak upaya preventif yang telah dilakukan kejaksaan dalam pencegahan kekerasan terhadap anak. Astungkara dalam 3 tahun terakhir terjadi penurunan kasus melalui upaya preventif yang sudah kita lakukan,” pungkasnya. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini