Anggota Polres Klungkung Sukses Budidayakan Jangkrik di Rumah

picsart 22 11 01 21 16 29 030
BUDIDAYA JANGKRIK - Anggota Polres Klungkung, Aiptu I Made Sari Arta, yang budidaya jangkrik di kediamannya, di Banjar Lepang, Desa Takmung, Banjarangkan.

Semarapura, DENPOST.id

Anggota Polres Klungkung, Aiptu I Made Sari Arta yang awalnya dari hobi, sukses membudidayakan jangkrik di pekarangan rumahnya seluas dua are di Banjar Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung.

Pria yang bertugas di bagian indentifikasi pelayanan sidik jari Polres Klungkung ini, tidak menyangka hobi yang digelutinya sejak pandemi Covid-19 tersebut, berbuah manis. Apalagi memasuki tahun kedua, kini budidaya jangkriknya makin dikenal dan bahkan hingga kewalahan memenuhi permintaan pasar.

“Budidaya jangkrik ini hanyalah kegiatan pengisi waktu luang saja. Setiap hari saya bangun jam 05.00 Wita, lalu cek kandang jangkrik dan kasi makan. Paling lama 30 menit rutinitas itu sudah selesai, lalu persiapan ke kantor. Sepulang dari kantor, langsung urus jangkrik lagi,” ungkap I Made Sari Arta, ketika ditemui dikedimannya, Selasa (1/11/2022).

Menurut Made Sari Arta, dirinya mulai budidaya jangkrik pada akhir tahun 2019. Tepatnya, saat pandemi Covid-19 mulai merebak. Semula dirinya hanya coba-coba membudidayakan jangkrik di satu boks khusus seukuran 2 x 4 meter. Dengan modal Rp800 ribu, ia kemudian membeli bibit berupa telur jangkrik dari Pulau Jawa, dengan kisaran harga Rp250 ribu sampai Rp300 ribu.Termasuk membuat boks sebesar Rp350 ribu dan membeli pakan berupa konsentrat.

Baca juga :  Dibantu Pusat Rp15 Miliar, Klungkung Batal Pinjam Dana PEN

Dijelaskan dia, waktu yang dibutuhkan untuk budidaya jangkrik tergolong singkat. Pertama, telor jangkrik disemai di dalam boks dengan media tumpukan kerat telur ayam. Setelah 4 sampai 5 hari, telur-telur akan mulai menetas. Hanya di usia-usia dini inilah jangkrik disebut membutuhkan perhatian ekstra, yakni pemberian pakan harus maksimal ditambah pakan daun-daunan,,seperti daun pisang dan bunga medori yang sudah disirami air.

“Biasanya, saat musim kemarau akan lebih banyak telur yang menetas dibandingkan saat musim hujan, seperti sekarang ini,” katanya.

Baca juga :  Disuruh Beli Telur, Uang dan Motor Majikan Malah Dibawa Kabur

Setelah menetas, jangkrik hanya membutuhkan waktu selama 30 hari atau sebulan untuk berkembang, kemudian sudah siap dipanen. Bahkan untuk satu boks bisa menghasilkan 45 sampai 50 kilogram jangkrik. Saat ini dirinya sudah memiliki 14 bokd berisi jangkrik yang beberapa hari lagi sudah siap panen.

Terkait nilai jual, untuk satu kilogram jangkrik dikatakan seharga Rp40 ribu. Pemasarannya pun terbilang cukup mudah. Hanya di seputaran pedagang burung dan pasar burung di wilayah Klungkung hingga Denpasar. Para pelanggan biasanya datang langsung dan kadang ada pula yang dibawakan hingga ke pasar.

Baca juga :  Kelabakan Kepergok Bupati Suwirta dan Kapolres, Dua Remaja Terluka

“Pembeli biasanya ada yang beli langsung ke sini ada juga yang dibawakan ke pasar. Sekarang permintaan pasar cukup tinggi. Pernah ada yang pesan sekitar 40 sampai 150 kilogram. Sampai kewalahan kami penuhi permintaan pelanggan,” imbuhnya. (wia)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini