Buka Pelatihan Pengelolaan Desa, Diar Berharap Keunikan Tradisi Tetap Dijaga

picsart 22 11 02 14 52 49 688
PELATIHAN - Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, saat membuka Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata, di Hotel Pramana Zahlil Batur Kintamani, beberapa hari lalu. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Konsep desa wisata dapat diartikan sebagai suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku di suatu desa. Dimana masyarakat lokal berperan penting dalam pengembangan desa wisata karena sumber daya dan keunikan tradisi dan budaya yang melekat pada komunitas desa tersebut dan merupakan unsur penggerak utama kegiatan desa wisata. Demikian ditegaskan Wakil Bupati (Wabup) Bangli, I Wayan Diar, saat membuka Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata di Hotel Pramana Zahlil Batur, Kintamani, beberapa hari lalu.

Kegiatan ini juga dihadiri Sekretaris Dinas (Sekdis) Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli, Ni Putu Ayu dan Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Bali, Made Mendra Astawa.

Baca juga :  Pelabuhan Sampalan Ditarget Beroperasi Awal 2022

Dijelaskan Diar, Kabupaten Bangli memiliki 31 desa wisata yang ditetapkan dengan peraturan Bupati Bangli Nomor 4 tahun 2018. Desa wisata di Bangli mengalami peningkatan dari tahun 2014 yang hanya berjumlah 22 desa wisata kemudian menjadi 25 desa wisata pada tahun 2015 dan menjadi 27 desa wisata pada tahun 2016 serta terakhir menjadi 31 desa wisata pada tahun 2018 sampai dengan sekarang. “Pengembangan desa wisata di Kabupaten Bangli dilatarbelakangi dengan berkembangnya kualitas lingkungan masyarakat desa serta potensi kebudayaan dan wisata yang terdapat di masing-masing desa wisata. Terpelihara dan terbinanya secara terus menerus tata kehidupan, seni budaya masyarakat daerah dan masyarakat desa mampu memanfaatkan potensi lingkungan guna kepentingan wisata untuk peningkatan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” paparnya.

Melalui pelatihan ini, para peserta yang merupakan pengelola desa wisata di Kabupaten Bangli diharapkan dapat meningkatan kesadaran masyarakat dan penduduk setempat akan pentingnya penataan dan pemeliharaan lingkungan. Selain itu dapat memberi dorongan, motivasi dan menciptakan peluang kepada masyarakat sebagai pelaku, pekerja sekaligus pemilik usaha pariwisata di desa.

Baca juga :  Pasokan Minim, Harga Daging Ayam Meroket

Sementara itu, Sekdis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli, Ni Putu Ayu, menyampaikan, pelatihan pengelolaan desa wisata ini merupakan salah satu program pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pariwisata terutama pengelolaan desa wisata Kabupaten Bangli. Di mana desa wisata merupakan aset penting dalam peningkatan kepariwisataan terutama pariwisata yang berbasis masyarakat yang diharapkan menjadi penggerak pariwisata di Kabupaten Bangli.

Menurut Putu Ayu, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta kualitas dan profesionalitas pengelolaan desa wisata sehingga mampu menjadi unsur penggerak pariwisata di masa mendatang. Pelatihan ini diikuti para pengelola desa wisata yang ada di Kabupaten Bangli selama 3 hari yang dimulai tanggal 1 November- 3 November 2022 dengan kegiatan 2 hari materi dan 1 hari studi lapangan. (c/128)

Baca juga :  14 Napi Diisolasi di Rutan Bangli

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini