Ratusan Hektar Terdampak Banjir Bandang DAS Biluk Poh

picsart 22 11 02 18 50 34 646
PEMETAAN UDARA - Pemetaan udara pascadampak banjir bandang yang dilakukan  gerakan Fly for Humanity bekerjasama dengan Pusat Riset Teknologi Penerbangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Udayana, BPBD Provinsi Bali.

Negara, DENPOST.id

Banjir bandang yang terjadi di Jembrana, menimbulkan banyak dampak di sejumlah wilayah. Salah satu wilayah dengan  tingkat kerusakan paling parah, yakni Desa Penyaringan, dan Kelurahan Tegal Cangkring yang berada di sepanjang daerah aliran Sungai Biluk Poh .

Pemetaan udara oleh Gerakan  Fly for Humanity bekerjasama dengan Pusat Riset Teknologi Penerbangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Udayana, BPBD Provinsi Bali, serta dihadiri Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, Selasa (1/11/2022), telahdihasilkan peta dampak kerusakan.

Baca juga :  Berkomplot Maling Ayam Aduan, Empat Remaja di Bangli Diamankan

Penanggulangan bencana yang dilakukan adalah pemetaan udara daerah terdampak banjir bandang dengan menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau lebih dikenal dengan istilah drone. Dari hasil foto drone , diestimasikan luasan areal yang terdampak banjir bandang itu, mencapai 600 hektar.

“Kita gunakan drone dengan resolusi tinggi, serta foto dan video untuk arsip kebencanaan di sepanjang Sungai Biluk Poh. Foto udara dari hulu ke hilir sampai di banjar terakhir Biluk Poh. Dengan dua kali terbang menggunakan fixed wing UAV, tim berhasil memetakan area terdampak banjir bandang seluas 600 hektar,“ kata Septian Firmansyah, satu penggagas gerakan Fly for Humanity ditemui, Rabu (2/11/2022).

Baca juga :  Pasar GR Krama Bali di Jembrana Rutin Digelar

Hasil pemetaan ini nantinya dapat digunakan untuk melakukan analisis dampak banjir bandang, membantu tim respon bencana dalam melakukan aksi yang tepat. Selain itu, digunakan untuk mitigasi bencana.

Sementara Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna mengatakan  dari hasil foto udara, pemerintah daerah memiliki gambaran pascabencana. Artinya ke depan pemerintah bersama jajaran telah memilki langkah strategis penanggulangan banjir dari data yang dimiliki,” ujarnya. (120)

Baca juga :  Lewat Munas, Suparno Djasmin Kembali Jadi President IMA 2021-2023

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini