Gubernur Serahkan 13 Sertifikat Asesmen Sistem Manajemen Pengamanan Akomodasi Pariwisata

kosterku
SERAHKAN SERIFIKAT - Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wagub Cok Ace menyerahkan sertifikat Asesmen Sistem Manajemen Pengamanan Akomodasi Pariwisata, pada Jumat (4/11/2022), di Inter Continental Bali Resort, Jimbaran, Kutsel, Badung. (DenPost.id/ist)

Jimbaran, DenPost.id

Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur (Wagub) Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menyampaikan apresiasi atas Asesmen Sistem Manajemen Pengamanan Akomodasi Pariwisata yang diselenggarakan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali bekerjasama dengan Polda Bali pada Jumat (4/11/2022) di Inter Continental Bali Resort, Jimbaran, Kutsel, Badung.

Dalam kesempatan itu Gubernur Koster berharap Asesmen Sistem Manajemen Pengamanan Akomodasi Pariwisata ini betul–betul dilaksanakan secara kontinyu, akurat, profesional, dan dipertanggungjawabkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan hotel dalam rangka mewujudkan pariwisata di Bali secara berkualitas sesuai Perda Provinsi Bali No.5 Tahun 2020 tentang standar penyelenggaraan kepariwisataan budaya Bali. “Kepada Pak Wagub yang juga Ketua PHRI Provinsi Bali, sebaiknya semua hotel di Bali di Asesmen Sistem Manajemen Pengamanan Akomodasi Pariwisata-nya dengan tujuan mendorong dan memacu semua manajemen hotel agar terselenggara dengan baik,” tegas Gubernur Bali asal Sembiran, Buleleng ini, disambut apresiasi oleh seluruh pelaku pariwisata Bali.

Asesmen Sistem Manajemen Pengamanan Akomodasi Pariwisata sangatlah bagus, karena merupakan salah satu unsur untuk membenahi sistem kepariwisataan di Bali agar penyelenggaraan pariwisata punya daya saing yang berbasis budaya, berkualitas dan bermartabat. Dengan demikian, pemerintah, pelaku pariwisata, bersama semua pemangku kepentingan, harus memiliki komitmen untuk meningkatkan citra pariwisata Bali agar naik kelas. “Menurut informasi, baru hotel di Provinsi Bali yang menerapkan Sertifikat Asesmen Sistem Manajemen Pengamanan Akomodasi Pariwisata,” jelas Gubernur Bali tamatan ITB ini.

Selain melakukan Asesmen Sistem Manajemen Pengamanan Akomodasi Pariwisata Bali, krama (warga) harus memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga kekayaan dan keunikan adat-istiadat, tradisi, seni-budaya, dan kearifan lokal Bali. Kekayaan dan keunikan yang dimiliki Bali tak bisa dikalahkan oleh siapa pun sebagai daya tarik destinasi wisata utama dunia. “Selama ini masyarakat Bali terus berinvestasi secara konsisten, loyal, dan berswadaya, untuk menjaga adat-istiadat, tradisi, seni-budaya, dan kearifan lokal Bali, agar survive dengan menghaturkan upakara saat rahina Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon, Tumpek, sampai Galungan dan Kuningan, hingga menjadikan Bali punya daya tarik, aura, dan taksu yang luar biasa,” jelas Gubernur Koster, yang  mengeluarkan Perda Provinsi Bali No.4 Tahun 2019 tentang desa adat,  serta Perda Bali No.4 Tahun 2020 tentang penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali.

Baca juga :  Kunjungan Destinasi Pantai Meningkat, Balawista Badung Mulai Siaga

Gubernur Koster mengingatkan seluruh manajer hotel yang hadir, bahwa Bali tidak memiliki sumber daya alam tambang emas, batubara, minyak, gas, dan pertambangan umum lain. Namun Bali memiliki budaya yang luar biasa dan menjadi daya tarik tujuan utama pariwisata dunia, sehingga jangan berharap pariwisata Bali akan bertahan tanpa budaya. “Untuk itu mari secara bersama–sama menjaga Bali serta memberikan manfaat kesejahteraan kepada para petani, nelayan, dan perajin, dengan memanfaatkan produk lokal Bali seperti salak bali, jeruk bali, manggis bali, mangga bali, ayam bali, babi bali, sapi bali, garam bali, beras bali, kopi bali, sampai arak bali, sebagai hidangan wisatawan di hotel/restoran sesuai Pergub Bali No.99 Tahun 2018 tentang pemasaran dan pemanfaatan produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali,” tegas Koster, yang disambut tepuk tangan hadirin.

Baca juga :  Tari Baris Babuang Lolos WBTB Indonesia

Gubernur juga mengingatkan seluruh pegawai hotel agar menggunakan busana berbahan endek Bali setiap Selasa dan busana adat Bali setiap Kamis.

Wagub Bali, yang juga Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, melaporkan Sistem Manajemen Pengamanan Akomodasi Pariwisata ini berlangsung dua tahap. Tahap pertama dimulai dari 20 Juli 2022 hingga 11 Agustus 2022 terhadap delapan hotel, dan penyerahan sertifikatnya pada 19 Agustus 2022. Tahap kedua dilaksanakan dari 30 Agustus 2022  hingga 21 Oktober 2022 terhadap 14 hotel, yang sertifikatnya diserahkan pada 4 November 2022. “Hasil penilaian tersebut diintegrasikan dalam total skor yang hasil akhirnya masuk dalam kategori platinum, gold, silver, dan tidak memenuhi standar (TMS).

Sertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan Akomodasi Pariwisata merupakan implementasi dari Perda Bali No.5 Tahun 2020 tentang standar penyelenggaraan kepariwisataan budaya Bali. Dalam Pasal 3 Ayat 4 dikatakan bahwa peningkatan kualitas standar penyelenggaraan kepariwisataan budaya Bali dilakukan melalui pemenuhan standar produk, pelayanan, sarana-prasarana, keamanan, keselamatan dan kesehatan, serta pemanfaatan perkembangan kemajuan teknologi digital. “Salah satu hal yang paling penting dalam meningkatkan pariwisata Bali adalah faktor keamanan. Sebelumnya dilakukan melalui Sistem Manajemen Pengamanan Hotel (SMPH) yang berjalan sampai tahun 2017, namun karena terdapat perubahan peraturan perundangan, maka diubah menjadi Sistem Manajemen Pengamanan Akomodasi Pariwisata yang cakupannya lebih luas, tidak hanya terbatas pada hotel, namun juga vila, apartemen hotel, kondominium dan akomodasi pariwisata lain,” jelas Cok Ace.

Baca juga :  Ribuan Petugas Awasi Peniadaan Mudik di Bandara

Pada akhir acara, Gubernur Koster bersama Ketua PHRI Bali Cok Ace menyerahkan Sertifikat Asesmen Sistem Manajemen Pengamanan Akomodasi Pariwisata kepada  Sheraton Bali Kuta Resort dengan predikat platinum; Hotel Merusaka Nusa Dua dengan predikat platinum; Hotel Jumeirah Bali dengan predikat platinum; Ayana Resort and Spa Bali dengan predikat platinum; Grand Hyatt Bali dengan predikat gold; Bulgari Resort Bali dengan predikat gold; Hotel Andaz Bali dengan predikat gold; The Ritz-Carlton Bali dengan predikat gold; Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort dengan predikat gold; Discovery Kartika Plaza Hotel dengan kategori gold; Renaissance Bali Nusa Dua Resort dengan kategori gold; Intercontinental Bali Resort dengan kategori gold; dan The Patra Bali Resort & Villas dengan kategori silver. (dwa)  

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini