KTT G20, Nelayan Jembrana Diimbau Tak Melaut Sampai ke Nusa Dua

picsart 22 11 12 19 49 12 532
SOSIALISASI - Para nelayan di Jembrana diberikan sosialisasi terkait pengamanan selama KTT G20.

Negara, DENPOST.id

Kesuksesan perhelatan Presidensi G20 yang dilaksanakan di Nusa Dua dari tanggal 15 sampai 16 November 2022 perlu peran semua pihak. Pengamanan di pelabuhan seperti Gilimanuk sudah diperketat, demikian juga pengawasan di wilayah pesisir juga ditingkatkan.

Peran para nelayan juga sangat diharapkan dalam menjaga keamanan KTT G20.
Nelayan yang ada di Kabupaten Jembrana diimbau untuk tidak melaut mendekati daerah Nusa Dua Bali selama pelaksanaan KTT G20.
Imbauan tersebut disampaikan Densus 88 Mabes Polri saat mendampingi para nelayan di pesisir Jembrana memberikan sosialisasi terkat G20 tersebut di beberapa kelompok nelayan di Jembrana.

Baca juga :  Antisipasi Terorisme, Petugas Sidak Duktang di Kos-kosan

Nelayan juga diminta mewaspadai pendatang.
Salah satu nelayan bernama Muhrim (34), Sabtu (12/11/2022) mengatakan, dirinya mendukung sekali sosialisasi ini. “Tadi saya sudah diberi tahu oleh pengurus untuk tidak melaut saat kegiatan G20 di Nusa Dua. Saya menerima itu demi kesuksesan G20 dan saya juga jarang melaut ke wilayah Nusa Dua. Selama ini saya hanya melaut sampai di Tabanan saja,” katanya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jembrana, I Made Widanayasa, mengatakan, pihaknya mendapat sosialisasi dari Densus 88 mengenai imbauan untuk tidak melaut mendekati wilayah Nusa Dua selama pelaksanaan KTT G20.
Menurutnya, dari 10 hari yang lalu, pihaknya dari HNSI Jembrana sudah melakukan pendampingan bersama Densus 88 untuk melakukan sosialisasi ke sejumlah titik pesisir Jembrana yang masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan untuk tidak melaut mendekati wilayah selatan Pulau Bali.

Baca juga :  Keberadaan Mahasiswi yang Hilang Masih Misterius

“Nelayan agar tidak mendekati wilayah kegiatan G20, karena dikhawatirkan adanya orang selain nelayan memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memasuki melalui jalur laut,” ucapnya.

Menurutnya, saat ini nelayan di Jembrana hanya melaut maksimal sampai di daerah Kabupaten Tabanan. “Ya tergantung musim ikan, kalau ada musimnya ya tidak perlu jauh-jauh pasti dapat ikan. Sementara sekarang ini masih nuansa terang bulan, dan sedikit nelayan yang melaut, mungkin setelah seminggu baru nelayan melaut kembali,” katanya.
Dikatakan pula, selain memberikan imbauan, dirinya juga memberikan pendampingan kepada anggota Densus 88 melakukan sosialisasi terkait duktang masuk Bali melalui pesisir Jembrana. (120)

Baca juga :  Kelelahan, Pemudik Alami Kecelakaan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini