Diduga Kena Hipnotis, Emas Senilai Ratusan Juta Lebih Raib

picsart 22 11 13 14 04 22 917
PENYELIDIKAN - Polisi, saat melakukan penyelidikan di TKP dugaan pencurian perhiasan dan uang tunai di Toya Bungkah, Batur, Kintamani.

Bangli, DENPOST.id

Tim Opsnal Reskrim Polsek Kintamani, saat ini tengah melakukan penyelidikan dugaan kasus pencurian perhiasan emas yang tak tangggung-tanggung nilainya Rp100 juta lebih. Kuat dugaan korban terkena hipnotis.

“Pelaku berkedok investasi lahan, lalu pura-pura bisa menerawang dan mengaku punya ilmu kebatinan,” kata Kapolsek Kintamani, Kompol Ruli Agus Susanto, saat dikonfirmasi, Minggu (13/11/2022).

Peristiwa itu, menimpa Ni Jero Wartini (64), seorang petani dari Banjar Toya Bungkah, Desa Batur, Kintamani, Bangli.
Berawal korban kenal dengan seseorang yang mengaku bernama Tania asal luar Bali. Singkatnya, Tania mengaku hendak berinvestasi dengan menyewa lahan sawah milik korban.

Pada, Kamis (10/11/2022) sekitar pukul 07.30 Wita, korban dihubungi Tania dan mengatakan bahwa dirinya sudah berada di tanah milik korban yang berlokasi di Banjar Dalem, Desa Songan B, Kitamani. Jero Wartini pun menyusul Tania tersebut ke tanah miliknya. “Mereka bertemu di tanah itu,” sebut Ruli.

Baca juga :  Ditengarai untuk Kavling Perumahan, Satpol PP Cek Aktivitas Pengerukan Bukit

Setelah berbincang singkat, Tania meminta Jero Wartini mengajak pulang bersama ke rumahnya yang ada di Banjar Dalem. Setibanya, Tania mengaku memiliki ilmu kebatinan dan pura-pura bisa menerawang hal mistis. “Ibu Tania menyebutkan jika rumah pelapor ada yang mengganggu (hal mistis-red),” lanjut Ruli.

Entah karena terhipnotis atau memang tak menaruh curiga, Jero Wartini pun mempercayai segala apa yang dikatakan Tania tersebut. Sekitar pukul 10.00 Wita, Jero Wartini mengajak Tania ke rumahnya di Banjar Toya Bungkah, atas permintaan Tania. “Setibanya, Bu Tania itu kembali berpura-pura memeriksa rumah pelapor sambil mengatakan bahwa rumah pelapor diganggu hal mistis. Pelapor manut (nurut) saja,” ungkap Kapolsek.

Baca juga :  Dirlantas Minta Masyarakat Rajin Ganti Masker

Lalu, pelapor disuruh agar menaruh barang-barang berhaganya di dalam rumah tepatnya di dalam lemari. Kemudian menyuruh pelapor agar melakukan pembersihan (melukat penyucian diri) dengan mandi di 11 pancoran yang berada di sebelah Toya Devasya. Pelapor harus melukat secara bertahap dari pancoran satu ke pancoran lain dengan membasuh badan secara utuh.

Saat mandi inilah, Tania diduga kembali ke rumah korban di Toya Bungkah. Sebab sebelum pergi, Tania meminta pelapor agar menunggu
di salah satu warung tak jauh dari tempat pemandian tersebut. Korban nurut saja, menunggu di warung itu sampai satu setengah jam. Tapi Tania yang dimaksud tak kunjung datang menemuinya,” beber Kompol Ruli.

Baca juga :  Kapolres Akan Tindak Tegas Oknum Pungli di Gilimanuk

Kegelisahan pelapor kian menjadi, setelah tiba di rumahnya di Toya Bungkah. Pelapor mengecek perhiasan emas yang sebelumnya diletakkan di lemari dan uang tunai Rp5 juta raib. Atas kejadian tersebut, pelapor mengalami kerugian sebesar Rp165 juta dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kintamani untuk mendapat proses lebih lanjut. “Anggota masih lidik. Mudah-mudahan segera kita ungkap,” pungkasnya. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini