Buruh Asal NTT Bentrok, 8 Orang Ditangkap

picsart 22 11 15 10 54 44 090
DITANGKAP - Delapan tersangka kasus bentrokan antara sesama buruh ditangkap polisi.

Mangupura, DENPOST.id

Bentrok antara dua kelompok buruh proyek asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat resah warga yang tinggal di sekitar Lapangan Umum Berawa di Banjar Tegal Gundul, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung. Polisi mengamankan belasan buruh dan 8 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka karena membawa senjata tajam dan melakukan penusukan.

Menurut sumber polisi, bentrokan tersebut terjadi pada Minggu (13/11/2022) dini hari. Beberapa jam sebelum bentrok terjadi, yakni pada Sabtu (14/11/2022) sekitar pukul 23.00 terjadi kesalahpahaman berujung cekcok antara dua kelompok buruh asal Sumba di bedeng proyek Jalan Short Cut Canggu-Tibubeneng, Kuta Utara. “Mereka (kedua kelompok itu awalnya pesta miras. Kemudian terjadi selisih paham,” katanya, Selasa (15/11/2022).

Baca juga :  Kafe di Jimbaran Akan Dilengkapi Barcode PeduliLindungi

Akhirnya salah satu pihak membakar bedeng kelompok buruh lainnya. Bentrokan pun tak terhindarkan. Hingga akhirnya kelompok yang membakar bedeng menuju Lapangan Umum Berawa. “Di lokasi kembali terjadi bentrokan. Masing-masing kelompok membawa sajam. Kemudian, salah seorang kelompok yang membakar bedeng mengalami luka bacok di punggung,” katanya.

Buruh terkena bacok yakni Darius Kaka (26) dilarikan ke RSUD Mangusada, Kapal, Mengwi, Badung. “Sementara belasan orang dari kedua kelompok beserta barang bukti berbagai jenis sajam diamankan ke Polsek Kuta Utara yang dibantu oleh aparat Desa Tibubeneng,” tegasnya.

Baca juga :  Badung Atensi Anjing Liar di Kawasan GWK

Sedangkan Kapolsek Kuta Utara, Kompol Putu Diah Kurniawandari, didampingi Kasi Humas Polres Badung, Iptu Ketut Sudana, mengatakan, dari 17 orang yang diamankan, 8 orang ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan penyerangan. Selain itu, mereka juga dikenai Undang Undang Darurat RI nomor 12 Tahun 1951 karena membawa senjata tajam (sajam). “Mereka semua yang ditetapkan sebagai tersangka dikenakan pasal berlapis,” terangnya.

Menurut Putu Diah, kedelapan tersangka salah satunya pelaku pembacokan bernama Anselinus (32) asal Sumba Barat Daya, NTT. Dan tujuh tersangka lainnya, Dominggus Duka Mete, Rafael Ramone, Petrus Patmone, Kornelis Dughu, Tinus Kaliyo, Frans Bokol, dan Marten Ole. “Mereka semua membawa sajam jenis pisau dan sabit,” katanya. (124)

Baca juga :  Fraksi Golkar Minta Pemerintah Segera Cairkan  Refokusing Anggaran Covid-19

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini