Tolak KTT G20 dan Minta Merdeka, Orasi Mahasiswa Papua Berujung Bentrok dengan Ormas

picsart 22 11 16 18 11 16 461
GELAR ORASI -Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Orang Asli Papua (OAP) KK Bali, saat menggelar orasi di depan Asrama Putra Papua (Aspura), di Jalan Tukad Yeh Aya Banjar Tengah, Renon, Rabu (16/11/2022).

Denpasar, DENPOST.id

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Orang Asli Papua (OAP) KK Bali, terlibat kericuhan dengan ormas dan pecalang saat hendak menggelar orasi. Bentrokan tersebut, pecah di depan Asrama Putra Papua (Aspura) di Jalan Tukad Yeh Aya Nomor 52, Banjar Tengah, Kelurahan Renon, Denpasar Selatan, Rabu (16/11/2022) siang.

Orasi yang dilakukan AMP itu, bertujuan untuk menolak KTT G20, dan meminta agar Papua Barat diberikan kebebasan menentukan nasib sendiri. Namun, aksi yang hendak mereka gelar di kawasan Renon itu, mendapatkan penolakan dan perlawanan dari organisasi masyarakat (Ormas) dan pecalang desa setempat.

Baca juga :  Main di Sungai, Seorang Pelajar SD Tewas Tenggelam

“Sempat ricuh. Kedua belah kelompok saling pukul dan beberapa orang memukul menggunakan kayu,” kata salah seorang petugas yang sedang melalukan pengamanan demo.

Rencana orasi yang akan dilakukan AMP telah dimonitoring aparat keamanan. Sejumlah petugas telah memantau pergerakan anggota AMP di sekitar Aspura sejak pukul 07.00 Wita. Selanjutnya sekitar pukul 08.30 Wita, empat orang anggota AMP masuk menuju asrama. Sekitar 15 menit kemudian, sebanyak 23 anggota AMP keluar Aspura untuk melakukan persiapan aksi.

Baca juga :  Tujuh Pasien Berstatus Dalam Pengawasan

“Sambil konsolidasi, mereka menyetel musik dengan volume keras,” ujarnya.

Sekitar pukul 09.25 Wita, massa aksi mulai bergerak dari Aspura dengan membawa pamflet dan spanduk bertuliskan menolak KTT G20, dan meminta kebebasan menentukan demokrasi dan nasib Papua Barat.

Hingga akhirnya beberapa langkah menggelar aksi, mereka dihadang oleh ormas PGN Bali yang dipimpinan Gus Yadi, dan pihak Desa Adat Renon. “Kelompok AMP tak terima hingga terjadi bentrokan,” imbuhnya.

Kedua belah kelompok massa saling dorong, saling pukul menggunakan tongkat dan disertai lempar-lemparan. Bentrokan tersebut sempat berhasil diredam pihak desa dibantu TNI dan Polri. Tetapi, pukul 10.15 Wita, pertikaian kembali pecah sampai akhirnya massa aksi AMP mundur ke dalam Aspura. “Setengah jam selanjutnya, situasi melandai dan massa aksi tetap berada di dalam Aspura,” tambah sumber.

Baca juga :  Presiden Jokowi Luncurkan Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali,  Gubernur Koster Berharap Dilaksanakan Tahun 2022

Bahkan mereka terpantau melakukan live streaming melalui medsos Facebook dengan Akun Aliansi Mahasiswa Papua KK Bali.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sukadi maupun Kasatreskrim Polresta Denpasar, Kompol Mikael Hutabarat yang ditemui di Mapolresta Denpasar belum bisa memberi keterangan. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini