Unit Tipikor Pantau Proyek Gedung BPN Bangli

picsart 22 11 17 16 13 07 880
TINJAU PROYEK - Petugas Unit Tipikor Satreskrim Polres Bangli saat meninjau proyek pembangunan gedung baru Kantor BPN di Bangli. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Beberapa hari lalu, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bangli memantau proyek pembangunan gedung baru kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Kabupaten Bangli. Pihak Tipikor menyebut tindakan tersebut hanya sebatas pengawasan biasa. Namun dalam aksinya itu, pihak Tipikor juga mengambil dan memeriksa sejumlah dokumen.

“Hanya pengawasan biasa,” ujar Kanit Tipikor Satuan Reskrim Polres Bangli, Ipda I Wayan Dwipayana, saat dimintai konfirmasi Kamis (17/11/2022). Disinggung hasil ke lokasi, Dwipayana mengaku
menemukan para pekerja tidak gunakan alat pelindung diri (APD) saat beraktivitas.

Baca juga :  Diduga Lakukan Pengeroyokan, Delapan Wargan Abuan Dipolisikan

“Sejak kegiatan pembangunan dimulai dari beberapa bulan lalu para pekerja tidak menggunakan APD,” sebutnya. Kondisi ini berbanding terbalik dengan yang tertuang pada kontrak kerja. Di mana ketersedian APD telah dianggarkan dalam kontrak. Tapi saat bekerja justru hampir sebagian besar pekerja tidak gunakan APD. Padahal
penggunaan APD sangat penting demi keselamatan pekerjaan itu sendiri.

Pihaknya mengaku telah melayangkan teguran pada pihak rekanan. Namun jika nantinya masih ditemukan pekerja yang tidak menggunakan APD maka akan ditindak lebih tegas. “Tentu akan kami proses sesuai aturan yang berlaku. Hari itu baru sebatas peringatan jika apa yang kami sampaikan tidak ditindaklanjuti maka ada langkah lanjutan,” tegas Dwipayana.

Baca juga :  Bangli Juga Gratiskan Siswa Baru

Ditegaskan kembali, kehadiran petugas Unit Tipikor juga ingin memastikan tidak ada pekerja yang masih di bawah umur. Memang dari pengecekan yang dilakukan pekerja tidak ada yang di bawah umur. Pihaknya juga mengambil sejumlah dokumen di antaranya hasil uji beton dan besi serta sampel besi. “Hasil uji ini tentu akan kami jadikan acuan, makanya kami juga amankan sampel besi yang digunakan,” imbuhnya.

Baca juga :  Mesineb, Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur

Sementara Manager Proyek (MP) rehabilitasi gedung BPN Bangli, Abdulrahman, menyebut terkait para pekerja tidak gunakan APD, dikatakan jika APD sudah tersedia dan telah digunakan oleh pekerja. Namun karena kondisi hujan maka APD menjadi basah sehingga para pekerja agak susah diarahkan menggunakan APD. “Kondisi hujan APD jadi basah dan pekerjaan jadi enggan gunakan APD,” sebutnya.

Kegiatan senilai Rp 2,7 miliar tersebut dikerjakan CV Graha Utama. Progres pekerjaan baru diangka 40,107 persen. Pekerjaan sudah harus tuntas pada akhir Desember. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini