Kendalikan Hama Tikus, Badung Manfaatkan Burung Hantu

picsart 22 11 17 16 26 14 621
BURUNG HANTU - Kadis Pertanian dan Pangan I Wayan Wijana menyerahkan sepasang burung hantu kepada pekaseh Subak Cangi Desa Kuwum, Mengwi untuk mengendalikan serangan hama tikus. DENPOST.id/ist

Mangupura, DENPOST.id

Guna mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia dan zat beracun dalam membasmi hama tikus, Pemkab Badung mencoba memanfaatkan musuh alami dengan menyerahkan 6 ekor burung hantu (Tyto Alba).
Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana, mengungkapkan hal itu seusai menyerahkan sepasang burung hantu kepada Subak Cangi Desa Kuwum, Kecamatan Mengwi, Rabu (16/11/2022) lalu.

Menurut Wijana, semakin berkembangnya pemukiman penduduk dan hilangnya musuh alami seperti ular dan burung hantu, menyebabkan populasi tikus berkembang dengan cepat. Tahun 2021 lalu hama tikus menyerang sekitar 90,5 hektar tanaman padi, bahkan di Subak Cangi hampir 12 hektar lahan sawah mengalami gagal panen.

Baca juga :  Giri Prasta Hadiri Ngerobok dan UMKM Kuliner 2022 di Desa Adat Kerobokan

“Selain melakukan upaya niskala, selama ini petani juga seringkali menggunakan racun tikus dan asap beracun untuk membasmi tikus. Cara ini tentu tidak ramah lingkungan dan sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Untuk itu pihaknya mencoba mengajak petani mengendalikan hama tikus dengan memanfaatkan burung hantu yang memang sudah dilatih khusus untuk berburu tikus sebagai mangsanya,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, selain Subak Cangi, bantuan burung hantu dan rumah burung hantu juga diserahkan kepada Subak Karang Dalem Desa Bongkasa Pertiwi, serta Subak Cemagi Let Desa Cemagi, Mengwi. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk ikut menjaga dan mengawasi agar burung hantu yang dilepaskan tidak ditangkap dan ditembak oleh pemburu.(115)

Baca juga :  Giri Prasta akan Intensifkan Pembangunan Taman Gumi Banten

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini