Diduga Karena Asmara, Pemuda Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

picsart 22 11 17 19 03 46 727
BUNUH DIRI - Anggota Polsek Tegallalang, saat melakukan olah TKP korban bunuh diri di pohon durian tegalan milik Wayan Suwirta, di Banjar Taro Kaja, Desa Taro, Tegallalang, Kamis (17/11/2022).

Gianyar, DENPOST.id

Seorang pemuda, IWP (17) dari Kecamatan Kubu, Karangasem, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon durian tegalan dukuh milik saksi I Wayan Suwirta, di Banjar Taro Kaja, Desa Taro, Tegallalang, Gianyar. Diduga motif pria ini bunuh diri karena asmara.

Hal ini sesuai isi story di WA milik korban disertai foto-foto. Kejadian ini terjadi, Kamis (17/11/2022) sekitar pukul 07.30 Wita.

Informasi berhasil dikumpulkan kasus bunuh diri diketahui pertama kali oleh saksi Ni Wayan Seruni (64) alamat Banjar Taro Kaja, Desa Taro Tegallalang, Gianyar. Saat itu, saksi Seruni datang ke kebun miliknya hendak mencari daun pisang. Saksi Seruni melihat korban sudah tergantung di pohon durian. Melihat peristiwa tersebut, Seruni selanjutnya pulang ke rumahnya memberitahukan peristiwa tersebut kepada anaknya.

Selanjutnya anaknya menghubungi Kepala Desa Taro, I Wayan Warka (46), untuk memberitahukan hal tersebut.
Kepala Desa Taro, Warka selanjutnya mendatangi TKP kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tegallalang untuk penanganan lebih lanjut.

Baca juga :  Ratusan Personel Yonzipur 18/YKR Diterjunkan Amankan GPDRR

Kapolsek Tegallalang, AKP Ketut Sudita didampingi Kanit Reskrim Ipda I Kadek Patra, S.H., bersama piket fungsi tiba di TKP selanjutnya melaksanakan olah TKP.

Hasil olah TKP, korban masih dalam keadaan gantung diri. TKP merupakan sebuah pohon durian di areal tegalan milik I Wayan Suwirta.

Anggota Polsek Tegallalang bersama warga sekitar selanjutnya menurunkan jenazah korban. Pihak keluarga diwakili  orang tua korban I Ketut Ngungsi menyatakan menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jasad korban. Pihak keluarga telah menerima kematian  korban sebagai  musibah dan tidak akan menuntut pihak manapun terkait kematian korban. “Motif dugaan sementara karena motif asmara,” kata Kapolsek Sudita.

Baca juga :  Aturan Hukum dan Kearifan Lokal Mesti Selaras

Kematian korban dengan cara gantung diri sudah direncanakan dan korban sempat membuat story pada WA-nya pada, Rabu (16/11/2022) sekitar pukul 14.20 Wita. Isi story
“Nama saya Wayan Parte, sering di panggil Alot, saya terpaksa bunuh diri karena saya ingin mengakhiri hidup di hujan yang sore ini cari lah saya di pohon durian Taro Gianyar Bali Tegal Dukuh”. Selanjutnya pukul 14.21 Wita, korban membuat story di WA dengan foto tangan menggenggam tali plastik warna biru. (116)

Baca juga :  Pengelolaan Pasar Seni Sukawati Blok C Diserahterimakan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini