Diduga Gelapkan Pelunasan Kredit, Mantan Petugas Kredit Bank Ditahan

picsart 22 11 18 08 50 58 427
DITAHAN - AWS, mantan kepala unit kerja salah satu bank BUMN yang bercabang di Bangli mengenakan rompi oranye setelah ditetapkan sebagai tersangka, sebelum digiring ke Rutan Bangli. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Salah satu bank BUMN yang bercabang Bangli diterpa isu miring. Menyusul mantan marketing kredit sekaligus kepala unit kerja bank tersebut berinisial AWS, ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi pada unit kerja bank di wilayah Bangli, Kamis (17/11/2022) malam.

AWS sebelumnya menjabat sebagai
marketing kredit dari tahun 2020 hingga Juni 2021. Lalu sebagai
kepala unit kerja dari 1 juli 2021 hingga 6 Juli 2021. Saat ini yang bersangkutan telah dipecat (PHK) per 25 Februari 2022.

“Status AWS dinaikkan dari saksi sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan selama 5 jam di Kejari Bangli,” terang Kajari Bangli, Yudhi Kurniawan, didampingi Kasipidsus Kejari Bangli, I Gede Putra Arbawa, Jumat (18/11/2022). Selanjutnya setelah menjalani tes kesehatan, AWS langsung ditahan dan dititipkan di Rutan Bangli.

Diungkapkan Yudhi, AWS datang memenuhi panggilan sebagai saksi. AWS tiba di kantor Kejari Bangli itu sekitar pukul 12.00 Wita pada Kamis (17/11/2022). AWS diperiksa dalam dugaan korupsi pada unit kerja salah satu bank milik BUMN di wilayah Bangli dari tahun 2020 sampai dengan 2021.
Pemeriksaan tersebut selesai sampai dengan pukul 17:00 Wita.

Baca juga :  Kabel Tertimpa Layangan, Listrik di Gianyar Padam

Kasi Pidsus Putra Arbawa menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan, tim penyidik menaikkan status saksi menjadi tersangka setelah ditemukan dua alat bukti yang cukup. Dan, terhadap AWS langsung dilakukan penahanan sesuai dengan ketentuan Pasal 20 ayat (1) KUHAP.

AWS diduga menyalahgunakan uang pelunasan setoran kredit saat menjadi marketing kredit unit Bangli. “Modus operandi AWS, menerima setoran pelunasan dari debitur yang diterima secara tunai namun tidak disetorkan untuk pelunasan kredit melainkan dipergunakan untuk kepentingan pribadi,” ungkap Putra Arbawa.

Baca juga :  Sebelum Lakukan Pinjaman, DPRD Minta PDAM Lakukan Kajian

Kemudian AWS melakukan penarikan simpanan tanpa sepengetahuan nasabah selama menjabat sebagai kepala unit kerja di wilayah Bangli dengan pemindahbukuan. Di mana AWS memberikan perintah dan informasi tidak benar kepada teller untuk melakukan transaksi pemindahbukuan terhadap saldo pada rekening nasabah yang dipergunakan untuk kepentingan pribadi, penggelapan dana pengembalian agunan kredit Kupedes kepada debitur yang belum lunas dan penarikan saldo agunan cashcoll dan beberapa transaksi lainnya terkait pencairan pinjaman dan pelunasan kredit nasabah. “Semuanya dipergunakan untuk kepentingan pribadi oleh AWS, dengan nilai sementara diperkirakan mencapai Rp 5 miliar. Tapi dapat berubah, menunggu hasil audit untuk menghitung kerugian negara,” sebutnya.

Baca juga :  Dikeroyok Saat Pangerupukan, Seorang Pemuda Alami Ini

Penyidik memutuskan menahan tersangka AWS selama 20 (dua puluh) hari ke depan mulai tanggal 17 November 2022 sampai dengan tanggal 6 Desember 2022 sesuai dengan ketentuan Pasal 24 ayat (1) KUHAP. “Alasan penahanan demi kepentingan penyidikan. Selain itu ada kekhawatiran jika tersangka melarikan diri dan merusak/menghilangkan barang bukti,” katanya.
AWS disangkakan melanggar Pasal 2 jo Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 (UU PTPK). (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini