Resmi Ditutup, Kunjungan ke DTE Lampaui Target

picsart 22 11 18 09 12 54 071
LAMPAUI TARGET - Staf Khusus Menkominfo, Dedy Permadi, saat menyampaikan perkembangan DTE dan isu digital yang dibahas di KTT G20.

Nusa Dua, DENPOST.id

Perhelatan Digital Transformation Expo (DTE) serangkaian KTT G20 yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kamis (17/12/2022) resmi ditutup pukul 21.00 Wita.
Pantauan di lokasi, pameran digital yang digelar Kominfo selama ajang KTT G20 ini bukan hanya dikunjungi pejabat tetapi juga masyarakat dari berbagai kalangan.
Seperti ada dari instansi dan juga beberapa sekolah.

Sebelum masuk ke pameran pengunjung dikumpulkan di salah satu ruangan dan masuk ke areal pameran secara bergiliran. Seusai melihat pameran yang juga menampilkan digital Metaverse ini mereka mendapat souvenir dari panitia.

Baca juga :  Gunarta Sosialisasi Penyediaan Tempat Cuci Tangan Hingga ke Rumah Tangga

Selama dihelat, kunjungan ke pameran ini melampau target yang ditetapkan. Di mana dari awalnya ditargetkan hanya 3.000 pengunjung, namun melonjak tajam hingga mencapai 4.680 pengunjung.
Staf Khusus Menkominfo, Dedy Permadi, mengungkapkan kalau isu digital menjadi perhatian penting pemimpin negara peserta KTT G20.

Hal ini juga disampaikan Presiden Jokowi saat pembukaan sesi III yang secara khusus membahas transformasi digital.
Bahkan isu transformasi digital ini menjadi perhatian tidak hanya Indonesia, tetapi juga pemimpin-pemimpin dunia. Utamanya anggota maupun peninjau KTT G20.

Baca juga :  Basarnas Latihan Penyelamatan Dengan Jet Ski

Dedy juga memaparkan, ada 3 isu digital yang menjadi perhatian dalam KTT G20 ini.
Pertama, bagaimana negara-negara di dunia mengurangi kesenjangan digital, kesenjangan terhadap akses digital dan ketertinggalan dalam pembangunan bidang digital.
“Ini masih dialami oleh banyak negara di dunia termasuk di Indonesia,” katanya.

Kedua, terkait dengan literasi digital dan yang ketiga kaitannya dengan ruang digital yang sehat dan bermanfaat.
Ketiga isu digital ini, sambung dia, penting untuk menegaskan bahwa Indonesia dan negara-negara G20 memiliki kesamaan pandangan bahwa konten negatif harus diminimalisir, harus dilawan serta dicegah sedemikian rupa. “Misalnya saja hoaks, konten perundungan cyber, konten eksploitasi seksual pada anak dan sebagainya,” tandasnya. (113)

Baca juga :  Disdikpora Tegaskan Sekolah di Badung Belum Boleh Buka

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini