Sepakat Damai, Tersangka Pencuri Ponsel Wisman Jerman Dibebaskan

picsart 22 11 18 18 56 42 979
RESTORATIVE JUSTICE - Restorative Justice (RJ) yang dilaksanakan di Polres Jembrana, terkait pencurian handphone milik wisman asal Jerman.

Negara, DENPOST.id

Kasus pencurian dengan pemberatan, dengan tersangka DH asal Pekutatan, akhirnya dihentikan demi hukum karena keadilan restoratif (Restorative Justice) mengacu pada Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2021 tentang penanganan tindak pidana berdasarkan Keadilan Restoratif.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP M Reza Pranata, Jumat (18/11/2022), mengatakan kasus dihentikan karena ada kesepakatan damai antara korban Maria Bulwahn asal Jerman, dengan tersangka.

Baca juga :  16 Ekor Anakan Komodo Lahir di Bali Safari

Kasus ini terjadi karena laporan pada, 19 September 2022, adanya pencurian dengan pemberatan atau pencurian 1 unit handphone merk Huawei Pro Dual SIM 128 GB Aurora warna biru yang dilakukan DH pada, Selasa (6/9/2022) pagi, di dalam bagasi jok sepeda motor Honda Vario warna putih hitam dengan nopol DK 2268 ZB yang terparkir di pinggir pantai sebelah timur Hotel Lost Lindenberg, Banjar Yehkuning, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana.

Ponsel itu, milik korban Maria Bulwahn. Tersangka DH membawa ponsel itu, pulang dan untuk dipergunakan sendiri karena tersangka tidak mempunyai HP. Tersangka disangkakan Pasal 363 KUHP atau Pasal 362 KUHP.

Baca juga :  Seorang Pegawai Terpapar, Kantor Dinas Dukcapil Disemprot Disinfektan

“Namun mengingat tersangka telah sepakat berdamai dengan membuat surat perdamaian di Kantor Desa Pekutatan yang ditandatangani pelapor, para tersangka dan Perbekel Desa Pekutatan, dan pihak keluarga para tersangka telah menyerahkan HP tersebut ke korban. Kemudian dibuatkan surat permohonan pencabutan laporan polisi kepada Kapolres Jembrana, kemudian dilaksanakan RJ,” ujar Pranata. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini