Rampung Separuh, Jalan Putus Yangapi Bisa Dilalui Pemotor

picsart 22 11 20 12 36 42 668
SISI SELATAN - Pemotor melalui jalur sisi selatan pada jalan putus di Yangapi, sembari menunggu perbaikan selesai total.

Bangli, DENPOST.id

Sejak, Sabtu (19/11/2022), jalan putus penghubung Bangli – Karangasem, di Desa Yangapi, Tembuku, Bangli, telah bisa dilalui kembali, khusus pejalan kaki dan pengguna sepeda motor (pemotor). Menyusul proyek perbaikan permanen di jalan provinsi tersebut, telah rampung separuh.

Camat Tembuku, Putu Sumardiana mengatakan proyek perbaikan jalan secara permanen telah dimulai lebih dari dua pekan tepatnya sejak, Kamis (3/11/2022), dan kini hampir separuh proyek sudah rampung. “Konsep kerjanya memang bertahap per sisi. Pertama, digarap sisi selatan dulu pakai beton kotak dan dilakukan pengurugan,” kata Sumardiana, Minggu (20/11/2022).

Baca juga :  Nyungsep ke Jurang, Kakek Burut Tewas

Dilalukan secara bertahap tiap ruas atau jalur, supaya bisa dilalui paling tidak untuk pemotor dan pejalan kaki. Sebab, jalur itu merupakan jalur padat terutama saat pagi hari untuk aktivitas warga, seperti ke pasar, bekerja (menuju Bangli kota) dan pelajar. Mengingat, sebelumnya pengendara dari arah timur yang hendak melalui Jalan Raya Yangapi menuju ke Tembuku atau ke arah Bangli (barat), harus mencari jalan alternatif memutar jauh, yakni jalur Bangbang – Nyalian tembus Bungbungan, Banjarangkan ke Tembuku, Bangli atau bisa menggunakan jalur Metro – Kedui menuju Tembuku, Bangli. Begitu juga sebaliknya.

Sumardiana memperkirakan jika cuaca mendukung, kurang dari sepuluh hari sudah bisa rampung semuanya. “Sebelumnya sempat berkurang tenaganya karena ada libur upacara agama (Ngusaba). Selain itu, faktor cuaca yang mana masih kerap turun hujan,” ungkapnya.

Baca juga :  Bangli Kembali Raih WTP

Pantauan Denpost, Minggu proses perbaikan masih berlangsung. Pengurugan dan penggalian bekas material sebelumnya dilakukan pada sisi utara. Sementara nampak kendaraan roda dua sudah lalu-lalang di sisi selatan, baik dari arah Tembuku (barat) maupun dari arah Yangapi (timur). Pemadatan pada jalur tersebut, sudah dilakukan meskipun baru berupa beton di bagian bawah dan krikil bagian atas (tanpa pengaspalan).

Beberapa yang masih takut, lebih memilih menuntun kendaraannya atau menurunkan boncengan lebih dulu sebelum melewati jalur selatan tersebut. Seperti yang diakui Ketur Srini, warga Yangapi. Dia mengaku masih takut ketika melewati jalan tersebut. Karenanya, ketika dibonceng anaknya dirinya memilih turun dulu, baru naik lagi. “Masih deg-degan. Saya mau ke Tembuku sebentar sama anak. Kalau lewat selatan ke Bungbungan, jauh memutar,” ujarnya.

Baca juga :  Tumbuhkan Iklim Investasi, Perda RTRW Bangli Direvisi

Dirinya berharap tak lama lagi sudah selesai digarap dan bisa dilalui semua kendaraan. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini