Dr.Togar Situmorang: Tak Boleh Lagi Terobos Pengawalan Presiden

tog1
Dr.Togar Situmorang

ULAH Wahyuni (36) yang menerobos iring-iringan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di depan Bank CIMB serta BRI di Jalan Thamrin, Denpasar,  membuat pengamat masalah sosial dan publik, Dr.Togar Situmorang, angkat bicara. Menurut dia, kejadian seperti itu perlu diwaspadai dan diantisipasi oleh Paspampres, karena tidak semua warga suka kepada Presiden.

Menurut Togar, pengawal Presiden dan petugas lain lengah, sehingga Wahyuni berhasil lari beberapa puluh meter hingga di mobil Presiden. Padahal seharusnya, wanita penjual kacamata itu dicegat sebelum mendekati Presiden. Kenyataannya, dia malah nekat berjabat tangan dengan Presiden Jokowi. ‘’Bisa dibayangkan bila wanita tersebut ada niat jahat seperti membawa pisau atau bom molotov, maka akan berakibat fatal bagi Presiden. Kejadian seperti ini wajib diperhatikan demi keselamatan pemimpin negara kita,’’ tegas advokat senior ini.

Baca juga :  Dua Pekan, 70 Penjahat Dijebloskan ke Ruang Tahanan

Dia berharap peristiwa tersebut tidak terulang kembali di masa mendatang, karena sepeda motor pengawal seharusnya zigzag bukannya berbaris lurus, sehingga orang awam tak akan mudah menerobos pengawalan. Keselamatan Presiden itu paling utama sebagai simbol negara yang wajib dijaga dan dilindungi.

Beruntung wanita tersebut sebatas bersalaman dengan Presiden Jokowi, sehingga tidak perlu dibesar-besarkan lagi. Namun Paspampres wajib mengevaluasi kembali mengenai kejadian diterobosnya iring-iringan RI 1 ini. “Bila lebih teliti, di belakang wanita tersebut ada laki-laki menggendong bayi yang sengaja merekam ulah wanita itu. Jelas itu ada perencanaan dan maksud tujuan tertentu,” tegas Dr. Togar.

Dia menilai unggahan video di Instagram @punapibali itu pun wajib diperiksa, apakah ada unsur kesengajaan menyebar kejadian itu berupa konten untuk mengejar nilai komersial atau mendapat viewer (penonton) yang banyak. “Warga jangan lagi meniru perilaku wanita dan laki-itu demi menjaga keselamatan Presiden di atas kepentingan pribadi. Walau mengaku fans atau pengagum, tindakan nekat tersebut tidak boleh terjadi lagi,” tandasnya. (yad)

Baca juga :  Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Bertambah 589 Orang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini