Kadisparda Sebut Badung akan Gelar Festival Bahari

picsart 22 11 21 15 37 00 381
SURFING - Kadisparda Badung, Nyoman Rudiarta, saat menutup kontes surfing “Uluwatu Boardrides Challenge 2022”.

Pecatu, DENPOST.id

Kadisparda Badung, Nyoman Rudiarta, Minggu (20/11/2022) sore menutup kompetisi surfing bertajuk “Uluwatu Boardrides challenge 2022” di Pantai Suluban, Pecatu, Kutsel.
Acara yang digelar oleh perkumupulan peselancar lokal yang tergabung dalam Uluwatu Boardriders ini diikuti para peselancar baik dari berbagai daerah di Bali dan luar Bali serta dari luar negeri.

Rudiarta mengungkapkan, dua tahun pandemi telah memberikan pembelajaran yang berharga bagi kita semua termasuk di industri pariwisata. Karena 85 persen pendapatan Kabupaten Badung bersumber dari pariwisata.

Baca juga :  Libur Nataru Lewat, Hunian Hotel Kembali Menurun

Rudiarta juga mengungkapkan, saat ini Pemkab Badung sedang menata kawasan Pantai Samigita (Seminyak, Legian, Kuta). Karena semua destinasi wisata harus mendapat sentuhan. Pantai Samigita ini diharapkan menjadi daya tarik baru. “Untuk peluncuran, nantinya sesuai perintah Bupati Badung akan dilakukan event Festival Bahari. Yakni salah satunya adalah kegiatan surfing. Untuk di Kuta akan dilaksanakan body painting, lomba mengukir buah dan voli pantai,” terangnya.

Sedangkan untuk di Uluwatu, lanjutnya, sesuai koordinasi dengan Kepala Unit pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Balawista Kuta Selatan (Kutsel), Wayan Somer, agar kontes surfing dilaksnakan di Pantai Suluban Uluwatu. “Tadi Saat saya koordinasi dengan Pak Somer dan Jro Mangku Made Kasim (salah seorang sponsor) minta agar surfing diadakan di Uluwatu, saya katakan siap,” tegasnya.

Baca juga :  Sikapi TPA Liar di Depan Lagoon, Lurah Benoa Minta Instansi Terkait Evakuasi Sampah

Dia juga mengapresiasi langkah yang dilakukan Boardriders Uluwatu tersebut dengan menggelar kontes surfing melibatkan berbagai kalangan. Karena mencerminkan koordinasi dan komunikasi dan regenarasi sudah berjalan baik dan diharapkan bisa berkelanjutan.

Lebih jauh Rudiarta menegaskan kalau dalam mewujudkan pariwisata berkualitas bukan hanya soal masa tinggal dan belanja, namun juga kaitannya dengan sumber daya manusia. Karenanya perlu dilakukan pembinaan-Pembinaan seperti ke pedagang dan lainnya untuk memberikan kenyamanan dan pelayanan yang lebih baik. “Saya juga apresiasi pihak desa dan desa adat yang sudah membantu event ini. Karena di desa juga ada anggaran yang bersumber dari penyisihan retribusi hotel dan destinasi yang tidak hanya diperuntukkan bagi infrastruktur tetapi juga untuk peningkatan SDM,” pungkasnya.
(113)

Baca juga :  Di Badung, Positif Covid-19 Sudah Empat Orang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini