Sehari Dibuka, Pendaftar Badan Ad Hoc di Bangli Lampaui Kuota

picsart 22 11 21 16 10 26 368
SPANDUK - Pemasangan spanduk pengumuman pendaftaran badan ad hoc pemilu 2024 di Bangli. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Pembukaan pendaftaran Badan Ad Hoc Pemilu 2024 untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) maupun Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Bangli, yang secara serentak dibuka Minggu (20/11/2022) sudah banjir pendaftar. Bahkan, pendaftar melebihi kuota yang dibutuhkan.

Ketua KPU Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan, mengungkapkan, baru sehari, hingga berita ini ditulis Senin (21/11) pukul 12.17 Wita, jumlah pendaftar untuk empat kecamatan sudah mencapai 21 orang, sedangkan jumlah yang dibutuhkan 20 orang dengan masing-masing kecamatan 5 orang. “Meski sudah melebihi dari yang dibutuhkan, pendaftaran masih tetap dibuka. Karena kami harapkan pendaftarnya bisa tiga kali lipat dari jumlah yang kita butuhkan, supaya proses seleksinya nanti makin seru,” ujar Pujawan.

Sama halnya dengan pengawas pemilu, untuk badan ad hoc juga diwajibkan keterlibatan 30 persen perempuan. Sayangnya Pujawan belum bisa merinci jumlah pendaftar perempuan per kecamatan dari 21 orang tersebut. “Untuk rinciannya atau apa sudah ada perempuan yang mendaftar, saya masih harus cek dulu. Saya masih di luar, ini masih di pesawat,” jawabnya kembali.

Diterangkannya, pendaftaran Badan Ad Hoc KPU di Pemilu 2024, baik itu PPK maupun PPS, berbeda dengan Pemilu sebelumnya. Jika sebelumnya dilakukan secara manual, namun pada Pemilu 2024 pendaftarannya dilakukan secara online melalui sistem teknologi informasi yang berbasis web yaitu Sistem Informasi Anggota KPU dan Badan Ad Hoc atau disingkat SIAKBA.

Baca juga :  Armada Lapuk, Pengangkutan Sampah Lamban

Berdasarkan Keputusan KPU RI Nomor 438 Tahun 2022 tentang Penetapan Aplikasi Sistem Informasi Anggota Komisi Pemilihan Umum dan Badan Ad Hoc sebagai Aplikasi Khusus Komisi Pemilihan Umum, SIAKBA merupakan aplikasi pendukung yang akan digunakan dalam memfasilitasi pelaksanaan seleksi anggota KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota dan seleksi Badan Adhoc. Selain itu untuk membantu dalam proses pengelolaan data anggota KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota dan Badan Adhoc.

Baca juga :  Tukang Las Ini Setubuhi Anak Tiri Sejak Februari

Aplikasi SIAKBA ini digunakan oleh KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, Calon Anggota KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dan Badan Ad Hoc dalam tahapan seleksi anggota KPU Provinsi, Kabupaten/Kota dan Badan Ad Hoc (PPK, PPS, PPLN). Dan, secara umum penggunaan aplikasi SIAKBA tertuang dalam PKPU 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Komisi Pemilihan Umum.

Panitia Pemilihan Kecamatan atau PPK merupakan salah satu Badan Ad Hoc yang bertugas menyelenggarakan pemilu di tingkat kecamatan sementara Panitia Pemungutan Suara atau PPS bertugas di tingkat desa/kelurahan dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS bertugas ditingkat RT/RW/dusun/kampung atau sebutan lainnya.
Pelamar tetap harus menyiapkan berkas pendaftaran beserta dokumen lainnya yang menjadi syarat pendaftaran.

Baca juga :  Positif Covid-19, Satu Warga Songan Meninggal, Juga Satu di Badung dan Klungkung

Adapun persayaratan secara umum untuk menjadi Badan Ad Hoc Pemilu 2024 di antaranya adalah warga negara Indonesia, mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur, adil, tidak menjadi anggota partai politik, berdomisili dalam wilayah kerja PPK, PPS dan KPPS.
“Tentunya bagi pelamar sebelum mendaftar menjadi PPK atau PPS Pemilu 2024, agar dipastikan tidak menjadi pengurus partai politik. Caranya, klik infopemilu.kpu.go.id lalu klik Cek Anggota Parpol, masukan NIK lalu klik CARI, Jika, nama anda masuk terdaftar sebagai parpol, segera lapor ke KPU setempat,” pungkas Pujawan. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini