Belum Tertangani, Abrasi Pantai Tanjung Benoa Kian Meluas

picsart 22 11 23 16 42 17 466
ABRASI - Abrasi yang terjadi di Pantai Tanjung Benoa terus merembet ke usaha watersport lainnya.

Tanjung Benoa, DENPOST.id

Abrasi di Pantai Tanjung Benoa semakin meluas. Bahkan menyasar satu per satu usaha Watersport yang ada di sepanjang pantai tersebut. Setelah sebelumnya menghancurkan tanggul dan bangunan di areal Bali Coral, kini terjangan ombak menerjang usaha kawasan Bali Pacific Water Sport yang ada di sebelahnya.
Kondisi ini diungkapkan pemilik atau owner Bali Pacific Water Sport, Made Jhon Wiantara ditemui di lokasi, Rabu (23/11/2022).

Jhon Wiantara menuturkan, belum lama ini air pasang atau rob yang menerjang cukup parah hingga masuk ke dalam tempat usahanya. Selain itu terjangan ombak yang ganas telah menggerus pasir yang ada di depan usahanya sehingga membentuk palung. “Kebetulan waktu ini ada alat berat yang membersihkan di sini saya minta tolong untuk menguruk pasir ke sini (depan usahanya). Kalau tidak ini sudah terjal dan susah dilewati,” ujarnya.

Baca juga :  Gubernur Buka Asian Youth Chess Championship yang Diikuti 400 Peserta dari 20 Negara

Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. Bahkan telah merobohkan dua bangunan yang ada di sebelah usahanya. “Setiap ada yang mencoba membendung pasti air menerjang yang di sebelahnya. Karenanya Mohon pihak berwenang agar segera menangani,” harapnya.

Hal senada disampaikan Kaling Anyar, Tanjung Benoa, yang mewilayahi kawasan tersebut, Wayan Ganti Artana.
Menurutnya abrasi ini sudah berlangsung hampir 2 tahun dan mengikis sekitar 12 meter bibir pantai. Selain mengikis bangunan water sport, abrasi ini juga menghilangkan tambatan jukung nelayan dan pasir pantai yang biasa digunakan warga untuk bermain sepakbola.

Baca juga :  Dampak G20, Hunian Hotel di Nusa Dua Capai 100 Persen

“Jika terus tidak tertangani kami khawatir akan mengikis setra atau kuburan desa adat yang juga berlokasi di dekat pantai ini,” ucapnya.
Dikatakan pula, sebenarnya pembahasan rencana penataan pantai yang abrasi ini sudah beberapa kali dibahas di Kantor Camat Kutsel. Namun hingga kini belum ada realisasinya. Karenanya dia memohon kepada pemerintah baik di Pusat, Bali maupun Kabupaten agar segera menangani abrasi tersebut. “Jika setahun lagi tidak ditangani bisa habis ini semua, karena terjadinya sangat cepat,” pungkasnya. (113)

Baca juga :  Sering Bolos, Pemkab Badung Pecat 4 ASN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini