Bawaslu Libatkan Kelompok Perempuan Buleleng sebagai Pengawas

picsart 22 11 24 14 28 18 699
SOSIALISASI - Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif yang digelar di Buleleng, Kamis (24/11/2022).

Singaraja, DENPOST.id

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Buleleng memastikan kesetaraan gender dalam perekrutan jajarannya yang akan mengawasi Pemilu Tahun 2024 mendatang. Hal itu diwujudkan dengan melibatkan kelompok perempuan sebagai pengawas. Demikian terungkap dalam Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif yang digelar di Banyualit, Buleleng, Kamis (24/11/2022).

Dalam kesempatan itu anggota Bawaslu Provinsi Bali, I Wayan Widyardana Putra, menerangkan, keterlibatan kelompok perempuan sebagai bentuk membangun kesadaran. Pasalnya perkara pemilu banyak membuat ketidakpercayaan, sehingga harus dilakukan perubahan besar untuk menjaga prosesnya dengan membangun rasa sadar dari seluruh komponen.

Baca juga :  Bank Sampah Simpatik Kumpulkan Tiga Ton Sampah Plastik

“Sebuah prinsip dasar, kita tidak boleh diam, membangun kesadaran dari hati menjadi pemeran penting. Pemilu ini menjadi hak politik setiap warga negara, jadi kita harus sadari itu,” ujarnya.

Pria asal Karangasem ini juga menambahkan, Pemilu ini adalah proses mencari pemimpin, melalui sebuah pertarungan visi dan misi, ada potensi cara-cara yang tidak benar dilalukan. Maka peran kita memastikan bahwa cara yang salah itu harus dihentikan.

Baca juga :  Di Buleleng, 2.000 Vaksin PMK Tersalurkan

Acara sosialisasi sendiri telah dibuka sehari sebelumnya yakni pada Rabu (23/11/2022) kemarin, oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Buleleng, Putu Sugi Ardana. Dalam kesempatan tersebut Sugi Ardana mengatakan, kelompok perempuan punya peran penting dalam menyukseskan pesta demokrasi.

“Kelompok Perempuan punya kekuatan dalam mempengaruhi orang-orang terdekatnya, sehingga jika mampu berperan serta membagikan informasi tentang pentingnya pengawasan partisipatif akan berdampak luas dan meminimalisir terjadinya pelanggaran,” katanya.

Sementara itu, salah seorang perwakilan Kelompok Perempuan, Ayu Dewi Martina, dari Penarukan, Buleleng mengungkapkan, dirinya merasa kegiatan sosialisasi dengan menyasar kelompok perempuan sangat baik, karena selama ini perempuan kurang banyak dilibatkan dalam pemilu. Padahal mereka juga punya semangat yang sama dalam menjaga proses demokrasi. Dirinya juga mengatakan siap berkolaborasi lebih lanjut dengan Bawasli Buleleng dalam mensosialisasikan pengawasan Pemilu.

Baca juga :  Integrasikan Data, Kominfosanti dan BPS Buleleng Tingkatkan Sinergi

“Senang sekali bisa ikut kegiatan sosialisasi. Pemilu ini adalah milik seluruh warga masyarakat, jadi kami juga berkewajiban ikut serta dalam menjaga prosesnya,” pungkasnya. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini