Petrus Golose Peringatkan Preman Berkedok Ormas di Bali

picsart 22 11 25 12 23 38 314
BERSINAR - Komjen Golose menyampaikan program yang dilaksanakan di Bali demi mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkotika).

Mangupura, DENPOST.id

Jelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menggaungkan upaya pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di Bali. Kepala BNN RI, Komjen Pol Petrus Reinhard Golose, membidik keberadaan preman berkedok ormas yang disinyalir mengedarkan narkoba di Pulau Dewata.

Mantan Kapolda Bali tersebut kembali menyinggung soal munculnya preman berkedok ormas di Bali. Dan, beberapa di antara mereka disinyalir Golose terlibat peredaran gelap narkoba. “Saya sengaja membuat acara atau event di Bali untuk memperingatkan oknum ormas yang berani macam-macam. Ingat mereka sudah dalam bidikan BNN,” ucapnya saat membuka kompetisi paduan suara bertajuk BNN-Bali Christmas Choir Competition 2022, yang diikuti kelompok dari berbagai daerah di Indonesia, Kamis (24/11/2022).

Baca juga :  Disambar Avanza, Pelayan Kafe Tewas

Golose mengaku telah mendapatkan informasi jika ada preman berkedok ormas yang mulai muncul dan bahkan terlibat peredaran narkoba. “Saya dengar di Bali katanya sudah mulai ada lagi preman yang akan menggunakan atau menyebarkan narkotika, hati-hati kalian, akan berhadapan dengan BNN, berhadapan sama saya dan jajaran, kasi tau sama mereka pesan saya ini,” tegasnya.

Sementara itu, terkait paduan suara yang digelar di Bali, sambung Komjen Golose, merupakan bagian dari pendekatan soft power. Nyanyian para peserta mengandung pesan untuk menekan demand masyarakat atau para pengguna terhadap narkotika. “Di sini dinyanyikan lagu narkoba adalah musuh negara, musuh rakyat, musuh kita semua, kemudian penyampaian dari Deputi Pencegahan dan juga Rehabilitasi, berkaitan dengan soft power aproach, berkaitan dengan program yang sudah menjadi instruksi Presiden RI yaitu P4GN,” beber jendral bintang tiga itu.

Baca juga :  PTM di Luar Zona Merah Digelar Juli Mendatang

Pihaknya sengaja memilih Pulau Seribu Pura ini karena Bali dijuluki “The island of zero tolerance of drugs (Pulau yang tidak mentoleransi narkoba)” sangat cocok sebagai permulaan untuk menyebarkan pesan memerangi narkoba. Diharapkan pesan tersebut bisa tersebar ke seluruh wilayah di Indonesia agar negeri ini bisa bersinar (bersih dari narkotika). “Karena saat ini peredaran narkotika mulai marak lagi. Jelang Nataru BNN akan menggelar operasi khusus untuk memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, terkhusus di Bali. Kami tak pandang bulu melakukan penindakan. Masyarakat dari semua strata, termasuk orang-orang di institusi negara akan digulung jika terlibat,” tandasnya. (124)

Baca juga :  Warga Kanada yang Menari Bugil di Gunung Batur Akhirnya Dideportasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini