Dikelola Baik, Pariwisata Diyakini Perkuat Perekonomian di Tengah Isu Resesi

picsart 22 11 26 17 46 15 070
MUNAS - Pembukaan Munas ke-1 Assocation of Hospiltality Leaders Indonesia (AHLI), di Hotel The One Legian, Kuta, Jumat (25/11/2022).

Kuta, DENPOST.id

Pariwisata Bali perlahan mulai bangkit pasca lumpuh akibat pandemi Covid-19. Meski belum pulih secara keseluruhan, namun pengelolaan pariwisata yang baik diyakini dapat memperkuat perekonomian masyarakat Bali.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPD Assocation of Hospiltality Leaders Indonesia (AHLI) Bali, Sang Putu Eka Pertama, dalam Munas ke-1 AHLI di Hotel The One Legian, Kuta, Jumat (25/11/2022). “Bali memiliki peran strategis dalam pemulihan ekonomi melalui pembangunan kepariwisataan Tanah Air. Dan, jika dikelola dengan baik, kami yakin Bali tidak akan terdampak terhadap isu resesi global tahun 2023 mendatang,” katanya.

Menurut Eka Pertama, bangkitnya pariwisata di Bali dan Indonesia pada umumnya juga tak terlepas dari kesuksesan Bali menjadi tuan rumah KTT G-20, World Tourism Day, Asia Marketing Forum 2022 dan event nasional, regional dan internasional lainnya. “Koneksitas event-event tersebut akan menguntungkan banyak pihak termasuk rantai pasok supply and demand yang menjadi multiflier effect kepariwisataan kita,” katanya.

Berbicara masalah peran AHLI, ucap Eka Pertama, organisasi ini merupakan salah satu asosiasi yang menaungi pelaku dan para pemangku kepentingan pariwisata, untuk memenuhi impian pariwisata berkualitas. “Ini menjadi harapan semua orang yang berada di bawah naungan AHLI. Di antaranya, para pimpinan usaha perhotelan, para pimpinan usaha makanan dan minuman, para pimpinan biro perjalanan, dan akademisi senior pariwisata,” imbuhnya.

Baca juga :  Porprov Bali XV Ditunda, Badung Tunda Renovasi Venue

Harapannya, AHLI dapat memberikan dan mengajak pelaku pariwisata khususnya yang belum berasosiasi untuk ikut membangun dan mengembangkan kepariwisataan di Bali. “Ini bukan masalah persaingan memperebutkan tempat Munas, namun berdasarkan pertimbangan berbagai aspek yang kontributif terhadap kemajuan pariwisata nasional,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP AHLI, Ketut Swabawa, menyampaikan perubahan di era pariwisata pascapandemi Covid-19. Yaitu, Volatility (gejolak), Uncertanty (ketidakpastian), Complexity (kesemrawutan) dan Ambiguity (multitafsir). “Munas AHLI ke-1 adalah momentum strategis bagi AHLI untuk menguatkan soliditas dan kontribusi dalam pembangunan kepariwisataan di Indonesia melalui internalisasi dan implementasi AD/ART, motto Integrity-Collaborative-Expertise dan Kode Etik AHLI (Respect, Helping Each Others, Interpersonal Understanding, Wise, Responsible),” paparbSwabawa.

Baca juga :  Polda Tunda Tinjau Dua RS yang Dilaporkan Tolak Pasien

Sedangkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengungkapkan, dalam Munas AHLI ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang konkret dan berguna untuk kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM). Terutama dalam bidang pariwisata di Indonesia. “Dalam menyikapi era perubahan baru kepariwisataan saat ini para pelaku bisnis perhotelan harus menyiapkan SDM yang lebih baik dan berkompeten,” tegasnya. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini