Tinjau Pelabuhan Sanur, Gubernur Koster Diacungi Jempol

kosterku123
BERBINCANG - Gubernur Bali Wayan Koster berbincang dengan kru kapal di Pelabuhan Sanur pada Sabtu (26/11/2022). Kini tak ditemukan lagi penumpang kapal yang berbasah-basahan sampai angkat celana, berkat pelabuhan yang unik dan ikonik ini. (DenPost/ist)

Sanur, DenPost.id

Gubernur Bali Wayan Koster, Sabtu (26/11/2022), meninjau operasional Pelabuhan Sanur. Kedatangan orang nomor satu di Provinsi Bali ini disambut antusias oleh para kreu kapal boat, warga, umat Hindu yang mau sembahyang ke Pura Dalem Ped, Nusa Penida, hingga wisatawan domestik (wisdom) dan wisatawan mancanegara (wisman).

Kedatangan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali di Pelabuhan Sanur yang berarsitektur jukung mecadik dengan ornamen patung gajah mina ini juga dimanfaatkan oleh kreu kapal, warga, hingga turis, untuk bersalaman dan berfoto langsung dengan Gubernur Koster. Gubernur Koster pun dengan penuh senyum melayani setiap permintaan bersalaman dan berfoto bersama warga. Saat itu kru kapal, warga hingga turis, terus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Koster, dengan memberi cungan jempol. “Pak Gubernur Bali, Pelabuhan Sanur sangat luar biasa. Suksma Pak Yan, hidup Pak Yan (Gubernur Koste). Kami tidak basah-basahan lagi menuju kapal,’’ tegas para kru kapal.

‘’Sanur Port is very convenient and beautiful. I went to Nusa Penida wanting a honeymoon,” ujar wisman yang mau ke Pulau Nusa Penida.

Gubernur Koster yang didampingi Kadis Perhubungan Provinsi Bali IGW Samsi Gunarta menjelaskan bahwa Pelabuhan Sanur diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (9/11) lalu. ‘’Saya berkunjung untuk memantau operasional Pelabuhan Sanur yang melayani penumpang dan masyarakat yang akan sembahyang ke Pura Ratu Gede yang berstana di Pura Dalem Ped, serta melayani wisatawan domestik dan mancanegara ke Nusa Penida,’’ tegas Gubernur tamatan ITB ini.

Baca juga :  Antisipasi Hujan, Tim Respon Cepat Sumerta Kelod Rompes Pohon

Gubernur Koster mengaku Pelabuhan Sanur yang dirancang sangat bagus dan indah ini adalah salah satu pelabuhan terbaik di Indonesia. Sebelum Pelabuhan Sanur terwujud, tahun 2016 sebelum menjadi Gubernur Bali, Koster menginisiasi pembangunannya kepada Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Saat itu, Koster mengaku sangat prihatin melihat masyarakat Bali dan wisatawan menyeberang ke Nusa Penida berbasah-basahan masuk ke kapal boat, sehingga para penumpang harus membuka sandal, sepatu, sambil menaikkan celana dan kain. ‘’Bahkan umat Hindu saat itu saya lihat sangat sulit membawa banten menuju kapal boat. Sekarang dengan adanya Pelabuhan Sanur, keberangkatan dan kedatangan penumpang dari dan menuju Sanur – Nusa Penida sangat rapi. Begitu juga proses nyandar kapal boat terlihat sudah sangat rapi,’’ tambah Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Mengakhiri kunjungannya, Koster memberikan arahan ke Kepala Wilayah Kerja (Kawilker) Sanur di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa, Ketut Suratnata, agar betul-betul mengoperasikan Pelabuhan Sanur dengan sebaik-baiknya. Termasuk antrean penumpang, ruang tunggu, sirkulasi keluar-masuk penumpang serta kapal boat yang dikelola dengan baik dan rapi.

Gubernur mengisyaratkan masyarakat harus menunjukkan bahwa pariwisata di Bali berkualitas, karena didukung infrastruktur baru. Kemudian kebersihan di sepanjang kawasan Pelabuhan Sanur harus diperhatikan demi terciptanya rasa nyaman bagi para penumpang. Jangan sampai ada yang membuang sampah sembarangan dan botol plastik jangan sampai dibuang ke laut.

Baca juga :  Proyek Penataan Pantai Sanur, Dewan Denpasar Sebut Kurang Rapi

Menurut Gubernur Koster, baru kali ini ada pelabuhan yang sangat bagus, sangat indah, dan layak, untuk melayani masyarakat yang akan berwisata dari Sanur, Denpasar, menuju Nusa Penida, Klungkung. Ini betul-betul merupakan pelabuhan baru, karena belum ada sebelumnya atau sejak beratus-ratus tahun lalu. “Selamat kepada masyarakat Bali yang menggunakan pelabuhan ini dan sudah merasakan bagaimana keamanan dan kenyamanan yang didapat dari berfungsinya Pelabuhan Sanur,” jelas Gubernur Koster sambil menegaskan bahwa di era pemerintahannya, tiga pelabuhan telah dibangun sekaligus yaitu Pelabuhan Sanur di Kota Denpasar, Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan, Klungkung, dengan total anggaran mencapai sebesar Rp563 miliar. Rinciannya untuk Pelabuhan Sanur sebesar Rp376 miliar; Pelabuhan Sampalan sebesar Rp90 miliar; dan Pelabuhan Bias Munjul sebesar Rp97 miliar. Dana itu bersumber dari APBN. ‘’Semua pendanaan saya perjuangkan dari APBN, tidak ada dari APBD. Ini merupakan komitmen saya selaku Gubernur Bali untuk memperbaiki pelayanan transportasi laut bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang datang ke Bali, berkunjung ke Nusa Penida sebagai destinasi wisata utama dunia,’’ tandas Koster.

Ketua Asosiasi Fastboat Sanur, Made Ariana, menghaturkan terima kasih kepada Gubernur Koster beserta jajaran Pemprov Bali dan pemerintah pusat yang memberi pelabuhan yang tidak hanya bermanfaat luar biasa bagi masyarakat dan wisatawan, tapi juga memiliki tampilan yang ikonik dan estetik. “Saya betul-betul berterima kasih diberikan fasilitas mewah seperti ini untuk dapat melayani penumpang. Sekarang penumpang bisa aman dan sangat-sangat nyaman ketika menggunakan layanan boat dari pelabuhan. Dulu penumpang harus berbasah-basahan, sampai angkat celana, namun sekarang banyak yang menyambut baik, berkata wow dengan fasilitas saat ini,’ kata Ariana saat bersalaman dengan Gubernur Koster.

Baca juga :  Diciduk, Tujuh Pria Perampas dan Perusak Mobil

Pria yang juga operator Maruti Express ini merasakan sistem ticketing dan atau booking tiket yang sebagaian besar menggunakan sistem online betul-betul memberikan kenyamanan dan layanan prima bagi calon penumpang. “Ini fasilitas yang sangat bagus, sehingga saat ini ada sekitar 45 fast boat yang melayani ribuan penumpang menyeberang melalui Sanur menuju Nusa Penida, Nusa Lembongan, Nusa Ceningan hingga Gili Trawangan,” jelasnya.

Kawilker Sanur Kantor Pusat KSOP Kelas II Benoa, Ketut Suratnata, menjelaskan Pelabuhan Sanur dioperasikan sejak 11 November lalu secara bertahap. Pada Senin (14/11), tercatat seluruh kapal sudah beroperasi di Pelabuhan Sanur dengan melayani 3.500 orang per hari dan semuanya dengan manajemen yang baik, arus keluar-masuk juga sangat berjalan baik. “Dulu penumpang harus berbasah basahan, tapi berkat perjuangan Gubernur Bali Bapak Wayan Koster, kita bersyukur bisa melihat para penumpang aman dan nyaman menyeberang dari Sanur ke Nusa Penida,“ pungkas Suratnata. (dwa)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini