Ganggu Kenyamanan Wisatawan, Karyawan Spa di Legian Ditertibkan

picsart 22 11 30 19 29 50 558
DIBINA - Sejumlah karyawan spa, saat dibina tim Linmas bersama LPM Legian.

Legian, DENPOST.id

Tim Linmas bersama Lembaga pemberdayaan Masyarakat (LPM) Legian, menertibkan sejumlah karyawan usaha spa di kawasan Legian. Pasalnya, para karyawan spa ini kerap kumpul-kumpul di trotoar, sehingga mengganggu wisatawan dan masyarakat.

Bukan itu saja, mereka sering seolah menjebak wisatawan dengan meminta bayaran lebih saat memberikan jasa pelayanan.

Hal itu, diungkapkan Ketua LPM Legian, Wayan Puspanegara, Rabu (30/11/2022). Puspanegara memaparkan sejak beberapa hari ini, pihaknya bersama Linmas Legian kembali turun melakukan penertiban di lapangan. Hal ini menindaklanjuti mulai menggeliatnya sektor pariwisata yang barengi dengan menjamurnya beberapa usaha.

Selain menyasar spa “liar”, pihaknya juga menertibkan gepeng, pedagang gelang dan pedagang keliling dan ojek liar.

Baca juga :  Pemkab Badung Terima Bantuan dari PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk.

“Yang pernah beberapa kali terjadi, biasanya satu wisatawan dipijat ramai-ramai dan semua minta bayaran. Padahal tamunya hanya minta dipijit satu orang,” ujar Puspanegara.

Selain itu, para pegawai spa ini terkadang tampil dengan pakaian yang seksi, sehingga menimbulkan kesan yang kurang baik. “Kami kan tidak ingin pariwisata Legian terkesan negatif di mata wisatawan.” ujarnya.

Selain itu, dari tujuh spa yang ditertibkan semuanya belum mengantongi Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kepala lingkungan tempat usaha mereka. “Memang siapapun boleh melakukan usaha di Legian dan tidak dilarang, namun harus mengikuti ketentuan yang berlaku di Legian,” tegasnya. (113)

Baca juga :  Soal Kasus Ungasan, Giri Prasta Tolak Kompromi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini