PKP Bangli Sebut Masih Banyak Anjing Diliarkan

picsart 22 11 30 19 31 08 951
VAKSIN - Vaksin rabies untuk anjing di Bangli.

Bangli, DENPOST.id

Kasus anjing positif rabies di Kabupaten Bangli sejak dua tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Sesuai data yang didapat di Dinas PKP Bangli sampai November 2022, ditemukan 72 ekor anjing positif rabies.

Salah satu pemicunya lantaran masih banyak warga yang meliarkan anjing peliharaannya, sehingga rentan terpapar virus anjing gila tersebut. “Sejak dua tahun terakhir ini, jumlah anjing yang terjangkit rabies memang menunjukkan peningkatan,” ujar Sub Koordinator Kesehatan Hewan Dinas PKP Bangli, I Made Armana, Rabu (30/11/2022).

Baca juga :  Sasar Pantai Geger, Tim Prokes Kutsel Tak Temukan Ini

Kata dia, jumlah anjing positif rabies sejumlah itu tersebar di 34 desa, yakni terbanyak di Kecamatan Kintamani sejumlah 16 desa, Bangli (8 desa), Susut (5 desa) dan Kecamatan Tembuku (5 desa). “Anjing yang diketahui positif rabies sempat melakukan gigitan pada manusia. Namun syukur dengan cepatnya penanganan yang dilakukan bersama intansi terkait tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” jelasnya.

Pihaknya merinci, pada tahun 2020 terdapat 22 ekor anjing positif rabies, tahun 2021 (44 ekor) dan tahun 2022 sampai November (72 kasus). Disebutkan dia, kenaikan kasus ini lantaran sejumlah kendala yang dihadapinya, seperti banyaknya warga meliarkan anjing dan minimnya anggaran untuk vakinasi rabies. “Sejak dua tahun ini, anggaran vaksinasi rabies sangat minim, baik yang bersumber dari APBN, APBD provinsi maupun APBD Bangli. Ini disebabkan banyak anggaran dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19,” ucapnya.

Baca juga :  Tak Berijin, Bangunan Vila Dihentikan

Disinggung penanganan rabies tahun 2023, Pemkab Bangli telah mengalokasi anggaran untuk pelaksanaan vaksinasi rabies. Namun, untuk APBD Bangli sudah tentu tidak akan mencukupi, mengingat populasi anjing di Bangli sangat tinggi, yakni mencapai 59.346 ekor. Dari jumlah itu, yang telah tervaksi baru mencapai 44 persen atau sekitar 26.349 ekor. “Kita harap dengan peningkatan kasus ini, mendapat perhatian dari pusat dan Pemprov Bali, sehingga bisa membantu kita dalam memutus mata rantai rabies,” pungkasnya. (128)

Baca juga :  Dewan dan Bupati Mahayastra Sahkan 4 Ranperda jadi Perda

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini