Kafe Remang-remang Ditutup, Prostitusi Pindah ke Aplikasi

picsart 22 12 01 18 58 05 049
Sekretaris KPA Klungkung, Wayan Sumanaya.

Semarapura, DENPOST.id

Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Klungkung dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal inipun
masih menjadi ‘PR’ bagi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) maupun Dinas Kesehatan Klungkung.

Apalagi sepanjang tahun 2018-2022 ini, tercatat ada 224 kasus HIV/AIDS yang didominasi kelompok usia produktif (25-49 tahun).

Tidak itu saja, di tengah upaya menekan laju penularan virus mematikan tersebut, KPA Klungkung kini justru kesulitan melakukan sosialisasi dan pendampingan. Apalagi semenjak Pemkab Klungkung memutuskan untuk menutup seluruh operasional tempat hiburan malam, pendampingan tak bisa lagi dilakukan. Bahkan, keberadaan para pekerja wanita yang diduga menjajakan dirinya juga sulit untuk dilacak.

“Sekarang kami juga tidak menyediakan stok kondom lagi. Buat apa? Kalau dulu kami minta stok kondom ke KPA provinsi untuk didistribusikan ke tempat-tempat hiburan malam atau cafe remang-remang. Sekarang kan sudah tidak ada lagi, jadi kami tidak menyediakan stok kondom di kantor,” ungkap Sekretaris KPA Klungkung, Wayan Sumanaya, Kamis (1/12/2022).

Baca juga :  AstraZeneca CTMAV547 Ditarik, Kakesdam Ajak Masyarakat Bali Tak Cemas

Selain tak adanya tempat hiburan malam, Sumanaya dan jajaran KPA Klungkung juga dihadapkan pada kecanggihan teknologi. Yang mana, prostitusi beralih dari cafe remang-remang ke sebuah aplikasi yang bisa diakses melalui HP. Hal ini juga dikatakan semakin menyulitkan untuk melakukan pencegahan risiko penularan HIV/AIDS.

“Sekarang kan bisa hanya lewat aplikasi, itu juga menjadi kendala kami untuk melakukan penanggulangan,” imbuhnya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini