Berhasil Kendalikan Inflasi, Buleleng Peroleh Dana Insentif Daerah

picsart 22 12 01 19 00 36 049
RAPAT BI - Ketut Lihadnyana, yang menghadiri Rapat Tahunan Bank Indonesia (BI) 2022, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Rabu (30/11/2022).

Singaraja, DENPOST.id

Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dibawah komando Penjabat Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana dinilai berhasil mengendalikan inflasi di Kabupaten Buleleng. Atas kinerja tersebut, Kementerian Keuangan RI, memberikan Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp11,4 miliar.

“Seperti yang sudah saya bilang, mengendalikan inflasi itu harus turun langsung ke lapangan, tidak hanya rapat-rapat saja. Selain itu juga penerapan manajemen rantai pasok itu, penting. Sudah terbukti dengan apa yang sudah dilakukan TPID Kabupaten Buleleng,” ujar Ketut Lihadnyana, ditemui usai menghadiri Rapat Tahunan Bank Indonesia 2022, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Rabu (30/11/2022).

Baca juga :  Delegasi G20 Kunjungi Ubud

Lihadnyana menambahkan terkait dengan DID yang diberikan Kementerian Keuangan RI kepada Pemkab Buleleng, nantinya akan direalisasikan dengan berbagai program. Seperti membentuk cadangan pangan di desa, pengendalian inflasi dengan memberikan bantuan bibit dan sarana produksi kepada petani, kemudian menciptakan informasi pasar berbasis digital untuk mengetahui psikologi pasar.

“Yang keempat, DID digunakan untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang kena dampak dari kenaikan BBM yang berakibat pada naiknya inflasi. Terakhir, memberikan bantuan kepada UMKM sehingga dia bisa eksis ke depan dalam rangka menopang perekonomian yang ada di Kabupaten Buleleng,” imbuhnya.

Lebih lanjut dirinya mengajak seluruh pihak yang saat ini sedang melakukan upaya pengendalian inflasi untuk terjun langsung ke lapangan. Cari informasi yang jelas terkait dengan panen hasil pertanian. Kemudian langsung dibawa ke pasar untuk mempengaruhi psikologi harga.

Baca juga :  Per Bulan, DTW Lemukih Dikunjungi Lebih dari 7.500 Wisatawan

Hal senada dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa berkaitan dengan perolehan DID. Ia mengatakan selain berhasil dalam penanganan inflasi, Pemkab Buleleng juga dinilai berhasil dalam menyelesaikan masalah nasional, di antaranya penanganan stunting dan menjaga realisasi belanja daerah. Untuk inflasi saat ini di Kabupaten Buleleng sudah dibawah target, yakni mencapai angka 3,8 persen dari target 4 persen.

“Indikator itu dihitung oleh pemerintah pusat, sehingga dinilai layak mendapatkan DID. Totalnya Rp11,4 miliar. Realisasinya harus terencana, harus ada program dulu baru dieksekusi. Nanti kalau ada sisa, kita menunggu kebijakan pusat. Apakah akan diambil menjadi silpa atau dijadikan silpa daerah untuk dibelanjakan di tahun berikutnya,” kata Suyasa.

Baca juga :  Bupati Buleleng Minta Jangan Kasi Kendor Penerapan Prokes

Selain mendapatkan DID dari Kementerian Keuangan RI, Pemkab Buleleng juga berhasil mendapatkan penghargaan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, yakni piala Bali Kertha Buwana 2022, sebagai Mitra Pengendalian Inflasi Terkolaboratif Wilayah Bali Tahun 2022. Penghargaan ini melampaui 2 nominator lainnya, yakni Biro Pengadaan Barang/Jasa dan Perekonomian Setda Provinsi Bali, dan Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Bangli. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini