Desa Adat Buleleng Gaungkan Pemanfaatan Eco Enzym

picsart 22 12 02 16 29 09 794
ECO ENZYM - Eco enzym dituangkan ke aliran sungai untuk menjaga ekosistem sungai.

Singaraja, DENPOST.id

Eco enzym merupakan cairan hasil dari fermentasi limbah organik seperti ampas buah dan sayuran. Di mana eco enzym ini bermanfaat bagi kebutuhan rumah tangga, pertanian, kesehatan dan alam.

Sejalan dengan manfaat itu, Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna, yang juga selaku relawan eco enzym Buleleng ingin menggaungkan pemanfaatan eco enzym di Buleleng. Hal itu diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan tata cara pembuatan sekaligus pemanenan eco enzym yang dilakukan di Wantilan Sekretariat Desa Adat Buleleng, Jumat (2/12/2022).

Baca juga :  Kasus Positif Melandai, Ruang Pasien Covid-19 Dikurangi

“Sebagai wujud nyata dalam penggunaan dan manfaat eco enzym, hari ini dilakukan penuangan eco enzym di Tukad Tegal Lantang Kelurahan Liligundi sebagai upaya dalam melestarikan lingkungan khususnya pada ekosistem sungai,” kata Sutrisna.

Dia menyatakan akan terus mengeduksi masyarakat mengenai manfaat eco enzym ini.
“Dengan begitu penggunaan eco enzym ini menggema ke seluruh penjuru. Itu harapan kami dan relawan untuk menggaungkan eco enzym,” ujarnya.

Sutrisna juga mengaku sudah melakukan audiensi dengan Pj. Bupati Buleleng agar eco enzym ini bisa diaplikasikan di masing-masing OPD lingkup Pemkab Buleleng.
Dia berharap apa yang menjadi niat baik ini bisa dapat dorongan dari pemerintah.

Baca juga :  Tenggak Miras, Ribut, Anak Aniaya Ayah Dengan Linggis Hingga Tewas

Semwntara itu, Ketua Eco Enzym Buleleng, Fery Tanaya, mengungkapkan, sejauh ini pihaknya sudah mengedukasi di 9 kecamatan yang ada di Kabupaten Buleleng. Di mana di masing-masing desa masih ada sebagian yang harus diberikan beberapa edukasi lebih terkait pemanfaatan dan kegunaan eco enzym itu sendiri.

Fery Tanaya menjelaskan, eco enzym ini bisa diaplikasika di bidang pertanian dan paling banyak dimanfaatkan untuk penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK).

Baca juga :  Giliran Kantor LPD Anturan Digeledah Penyidik Kejari Buleleng

“Kalau sudah tahu manfaatnya, bisa tidak berhenti untuk membuatnya. Kadang banyak yang tidak bisa membuat karena kendala waktu dan itu menjadi salah satu kendala yang kami hadapi,” ucapnya.

Fery berharap, ke depannya setiap rumah tangga bisa membuat eco enzym minimal untuk kebutuhan sehari-hari. Jadi sisa-sisa bahan organik dari rumah tangga bisa diolah menjadi eco enzym. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini