Promosi Wisata Desa Patas Didorong Lewat Media Digital

picsart 22 12 04 18 10 16 823
PARIWISATA DESA - Universitas Indonesia (UI), akan mempromosikan pariwisata desa dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Singaraja, DENPOST.id

Buleleng memiliki banyak potensi wisata, baik alam, budaya, agro dan kulinernya. Salah satunya desa yang berada bagian barat Buleleng, yakni Desa Patas.

Potensi budaya dan alam Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, sangat beragam, namun belum cukup diketahui khayalak. Terkait hal itu, Perbekel Desa Patas, Kadek Sara Adnyana menyambut baik dukungan Universitas Indonesia (UI), yang akan mempromosikan pariwisata desa dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diketuai dr. Agi Ginanjar.

Sara Adnyana mengatakan pihaknya mengapresiasi UI karena telah memilih Desa Patas, sebagai lokasi pengabdian masyarakat dalam bentuk mempromosikan potensi wisata budaya dan alam yang sangat unik di Desa Patas melalui media digital. ”Kami berterimakasih kepada tim UI atas bantuannya, karena kita ketahui bersama keunikan budaya dan alam Desa Patas akan mampu mendatangkan wisatawan luar dan dalam negeri, jika promosi yang dilakukan dapat dilakukan secara masif dan terstruktur dengan sentuhan digitalisasi,” ujar Sara Adnyana, Minggu (4/12/2022).

Sara Adnyana membeberkan keunikan budaya Desa Patas, seperti Gebug Ende, tarian Dewa Ayu, dan Tradisi Safaran yang sudah ada sejak dahulu dan geografis desa yang nyegara gunung menyuguhkan wisata alam yang mempesona, baik alam pegunungan maupun baharinya.

Baca juga :  Di Buleleng, Satu PDP Bergejala Covid-19 Meninggal Dunia

“Pengembangan potensi desa yang kami miliki dapat dilakukan secara bertahap. Di masing-masing banjar, kami telah memiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang mempromosikan budaya di Desa Patas,” ujarnya.

Sementara di tempat yang sama, Ketua Tim Pengabdian UI, dr. Agi Ginanjar yang juga selaku Dosen Arkeologi UI, menyampaikan melihat potensi wisata yang dimiliki Desa Patas cukup besar, namun belum banyak dikenal publik. ”Kita desak dan dorong agar promosi wisata di Desa Patas dioptimalkan dengan media digital. Kita prediksi pada tahun 2045, potensi budaya akan mendominasi perekonomian Indonesia, dengan menggunakan digitalisasi sebagai media promosi,” ungkapnya.

Baca juga :  Cuti Bersama, Badung Tetap Layani Vaksinasi Masyarakat

Dokter Agi menambahkan pilihannya ke Desa Patas melakukan pengabdian, karena kebudayaan, seperti Tradisi Gebung Ende atau dikenal Seka Ende adalah ritual bermain perang-perangan untuk memohon hujan dengan menggunakan bambu rotan. Selain itu, Desa Patas dikenal dengan Tradisi Kampung Toge, di mana agama Hindu dan Islam telah hidup berdampingan sejak 1980-an. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini