Tahun 2022 Segini Kasus Gigitan Anjing Rabies di Jembrana

20221205 164537

Negara, DENPOST.id

Kasus anjing gila/rabies di Jembrana harus diwaspadai. Dari bulan Januari hingga November 2022, kasus mencapai 200 kasus.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet), Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Widarsa, Senin (05/12) mengatakan dari 51 Desa/Kelurahan tercatat hanya ada empat Desa/Kelurahan yang menjadi zero kasus gigitan anjing rabies.

Menurutnya untuk tahun 2022 hingga bulan Oktober kasus gigitan anjing suspek rabies hingga 4.159 kasus, dari total itu anjing yang positif rabies dari hasil lab sebanyak 200 kasus.

Sementara untuk kasus kematian akibat Rabies ini hingga November 2022 tercatat ada 3 orang korban. Seluruh korban gigitan anjing yang terjadi selama tahun 2022 ini sudah mendapatkan vaksin anti rabies (VAR).

Baca juga :  Ulat Bulu Serang Pohon dan Kamar Mandi Warga Yeh Mecebur

Di tahun 2019 hingga 2022 ini katanya anggaran di-refocusing untuk penanganan pandemi Covid-19 sehingga vaksinasi masal tidak dilakukan, hanya dilakukan vaksin emergency saat adanya kasus gigitan.

Menurut Widarsa kendala untuk melakukan vaksinasi terhadap hewan warga khususnya anjing dan kucing ini kerelaan warga mendatangi tempat vaksinasi masal.

Kendala yang dihadapi yaitu ketika datang untuk vaksin biasanya kehadiran warga rendah kemungkinan karena terbentur waktu bekerja, sehingga vaksinasi door to door ini diperlukan tidak hanya saat adanya kasus.

Baca juga :  Seorang Pegawai Terpapar, Kantor Dinas Dukcapil Disemprot Disinfektan

Widarsa menjelaskan terkait rencana vaksinasi masal tahun 2023, Widarsa menjelaskan, sudah masuh dalam anggaran induk tahun 2023. Pihaknya menganggarkan tahun 2023 sebanyak 12.000 dosis vaksin untuk kegiatan vaksinasi masal. “Kita juga akan gencarkan sosialisasi kedepan ke Desa/Kelurahan, dan ke sekolah-sekolah, lantaran korban anak-anak sangat rentan,” tandasnya.

Ia berharap kepada warga ketika adanya kasus gigitan anjing suspek rabies ini agar cepat mendatangi fasilitas terdekat.

Baca juga :  Pertemuan Tri Partit Mentok, Masyarakat Gilimanuk Kecewa

Untuk zona hijau kasus gigitan anjing rabies di Jembrana tercatat ada sebanyak empat Desa/Kelurahan, diantaranya Desa Pengambengan, Desa Loloan Barat, Desa Air Kuning dan Desa Cupel.

Widarsa mengatakan di tiga desa zona ini sebagai contoh acuan untuk melakukan sosialisasi. “Bagaimana jika memiliki anjing agar diikat atau dikandangkan, sehingga tidak liar,” papar Widarsa.

Sementara untuk total populasi anjing yang tercatat di Kabupaten Jembrana sebanyak 46.955 populasi, dan yang sudah tervaksinasi sebanyak 17.171. (120)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini